Tangerang: Batik merupakan sebuah kebudayaan warisan leluhur yang telah diakui sebagai budaya warisan dunia. Dengan kreativitas tinggi bisa menghasilkan karya indah, bahkan juga bisa melahirkan destinasi wisata.
Misalnya di Kampung Batik Kembang Mayang yang berada di Jalan Mayang RT 02 RW 011, Larangan Selatan, Kota Tangerang, Banten. Kemahiran warga di sana, terutama kaum ibu dalam membatik, tertuang dalam bentuk mural di tiap tembok rumah. Akhirnya, desa ini menjadi wisata lokal dan incaran anak 'zaman now' untuk berswafoto.
Budi Darmawan, ketua RT 02 mengatakan, ide terbentuknya kampung batik bermula saat menjalankan program Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan membenahi lingkungan.
"Waktu itu ada ide setiap tembok rumah dicat warna-warni, tapi cara seperti itu sudah banyak di mana-mana. Akhirnya saya mengajak warga untuk mengecat tiap tembok rumah dengan motif batik, mereka pun setuju hingga terjadilah sekarang," ujar Budi, Minggu 18 Maret 2018.
Berkat ide dari pria yang akrab disapa Iwan tersebut, Jalan Mayang mendadak viral. Banyak warga sekitar maupun dari luar berdatangan untuk berswafoto.
"Alhamdulillah, sekarang banyak orang menjadi tertarik dan sering berfoto-foto di sini," katanya.
Sementara itu, Farah penggagas Kampung Batik Kembang Mayang menjelaskan, gambar seni mural awalnya mengadopsi corak batik secara umum. "Tetapi setelah berkonsultasi dengan warga, akhirnya kami menetapkan corak khusus, yakni Kembang Mayang sesuai dengan lokasi kampung setempat," jelas Farah.
Lanjutnya, konsep kampung batik itu sendiri diadopsi dari kampung batik yang sudah terlebih dahulu berjalan, yakni Kampung Batik Pal Batu di Jakarta Selatan.
"Warga di Larangan Selatan semua rela temboknya di mural batik, kemudian kami lakukan sedemikian rupa. Karena belum ada juga kampung batik di Tangerang," ucap pendiri Sanggar Batik Kembang Mayang itu.
Menurut Farah, dirinya bersama warga lainnya belum mendeklarasikan kampung tersebut sebagai kampung batik. "Tapi kami sudah menyebut kampung kami Kampung Batik Kembang Mayang," katanya.
Warga berfoto di ampung Batik Kembang Mayang, di Jalan Mayang RT 02 RW 011, Larangan Selatan, Kota Tangerang, Banten, jadi destinasi baru berswafoto. Foto: Medcom.id/Hendrik Simorangkir
Kehadiran mural batik di Larang Selatan bukan lahir begitu saja. Cikal bakalnya terdapat tempat pelatihan produksi batik yang bertempat di Posyandu di wilayah tersebut.
Baik remaja maupun ibu-ibu rumah tangga di perkampungan Kembang Mayang mulai belajar memproduksi batik. Mulai dari proses canting, pewarnaan, pelapisan warna, hingga merebus kain batik. Setiap hari Rabu dan Jumat, warga mengikuti kegiatan membatik. Batik yang digarapnya merupakan batik tulis dan cap, sehingga mereka menamakannya dengan sebutan Batik Kembang Mayang.
Selain itu, pemukiman banyak penduduk tersebut bakal didapuk menjadi destinasi wisata baru di Kota Tangerang.
"Kedepannya, kami akan menjadikan Kampung Batik Kembang Mayang sebagai destinasi wisata di Kota Tangerang," ujar Kepala Bidang Pariwisata Kota Tangerang Rizal Ridhollah.
Warga berfoto di ampung Batik Kembang Mayang, di Jalan Mayang RT 02 RW 011, Larangan Selatan, Kota Tangerang, Banten, jadi destinasi baru berswafoto. Foto: Medcom.id/Hendrik Simorangkir
Rizal menambahkan, hal tersebut bisa saja teralisasi menjadi destinasi wisata, karena saat ini banyak warga yang berdatangan untuk melakukan swafoto di kampung tersebut. Kehadiran Kampung Batik Kembang Mayang itu sendiri, semakin menambah pilihan warga untuk melakukan wisata lokal.
"Jadi, transformasi Kota Tangerang sebagai kota layak dikunjungi semakin nyata karena setiap wilayah menyediakan wisata yang menarik," katanya.
Rizal menuturkan, pihaknya belum dapat memastikan kapan akan diresmikannya Kampung Batik Kembang Mayang sebagai destinasi wisata baru di Kota Tangerang.
"Masih bertahap, yang penting masyarakatnya dulu diedukasi tentang batik," pungkasnya.
Tangerang: Batik merupakan sebuah kebudayaan warisan leluhur yang telah diakui sebagai budaya warisan dunia. Dengan kreativitas tinggi bisa menghasilkan karya indah, bahkan juga bisa melahirkan destinasi wisata.
Misalnya di Kampung Batik Kembang Mayang yang berada di Jalan Mayang RT 02 RW 011, Larangan Selatan, Kota Tangerang, Banten. Kemahiran warga di sana, terutama kaum ibu dalam membatik, tertuang dalam bentuk mural di tiap tembok rumah. Akhirnya, desa ini menjadi wisata lokal dan incaran anak 'zaman now' untuk berswafoto.
Budi Darmawan, ketua RT 02 mengatakan, ide terbentuknya kampung batik bermula saat menjalankan program Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan membenahi lingkungan.
"Waktu itu ada ide setiap tembok rumah dicat warna-warni, tapi cara seperti itu sudah banyak di mana-mana. Akhirnya saya mengajak warga untuk mengecat tiap tembok rumah dengan motif batik, mereka pun setuju hingga terjadilah sekarang," ujar Budi, Minggu 18 Maret 2018.
Berkat ide dari pria yang akrab disapa Iwan tersebut, Jalan Mayang mendadak viral. Banyak warga sekitar maupun dari luar berdatangan untuk berswafoto.
"Alhamdulillah, sekarang banyak orang menjadi tertarik dan sering berfoto-foto di sini," katanya.
Sementara itu, Farah penggagas Kampung Batik Kembang Mayang menjelaskan, gambar seni mural awalnya mengadopsi corak batik secara umum. "Tetapi setelah berkonsultasi dengan warga, akhirnya kami menetapkan corak khusus, yakni Kembang Mayang sesuai dengan lokasi kampung setempat," jelas Farah.
Lanjutnya, konsep kampung batik itu sendiri diadopsi dari kampung batik yang sudah terlebih dahulu berjalan, yakni Kampung Batik Pal Batu di Jakarta Selatan.
"Warga di Larangan Selatan semua rela temboknya di mural batik, kemudian kami lakukan sedemikian rupa. Karena belum ada juga kampung batik di Tangerang," ucap pendiri Sanggar Batik Kembang Mayang itu.
Menurut Farah, dirinya bersama warga lainnya belum mendeklarasikan kampung tersebut sebagai kampung batik. "Tapi kami sudah menyebut kampung kami Kampung Batik Kembang Mayang," katanya.
Warga berfoto di ampung Batik Kembang Mayang, di Jalan Mayang RT 02 RW 011, Larangan Selatan, Kota Tangerang, Banten, jadi destinasi baru berswafoto. Foto: Medcom.id/Hendrik Simorangkir
Kehadiran mural batik di Larang Selatan bukan lahir begitu saja. Cikal bakalnya terdapat tempat pelatihan produksi batik yang bertempat di Posyandu di wilayah tersebut.
Baik remaja maupun ibu-ibu rumah tangga di perkampungan Kembang Mayang mulai belajar memproduksi batik. Mulai dari proses canting, pewarnaan, pelapisan warna, hingga merebus kain batik. Setiap hari Rabu dan Jumat, warga mengikuti kegiatan membatik. Batik yang digarapnya merupakan batik tulis dan cap, sehingga mereka menamakannya dengan sebutan Batik Kembang Mayang.
Selain itu, pemukiman banyak penduduk tersebut bakal didapuk menjadi destinasi wisata baru di Kota Tangerang.
"Kedepannya, kami akan menjadikan Kampung Batik Kembang Mayang sebagai destinasi wisata di Kota Tangerang," ujar Kepala Bidang Pariwisata Kota Tangerang Rizal Ridhollah.
Warga berfoto di ampung Batik Kembang Mayang, di Jalan Mayang RT 02 RW 011, Larangan Selatan, Kota Tangerang, Banten, jadi destinasi baru berswafoto. Foto: Medcom.id/Hendrik Simorangkir
Rizal menambahkan, hal tersebut bisa saja teralisasi menjadi destinasi wisata, karena saat ini banyak warga yang berdatangan untuk melakukan swafoto di kampung tersebut. Kehadiran Kampung Batik Kembang Mayang itu sendiri, semakin menambah pilihan warga untuk melakukan wisata lokal.
"Jadi, transformasi Kota Tangerang sebagai kota layak dikunjungi semakin nyata karena setiap wilayah menyediakan wisata yang menarik," katanya.
Rizal menuturkan, pihaknya belum dapat memastikan kapan akan diresmikannya Kampung Batik Kembang Mayang sebagai destinasi wisata baru di Kota Tangerang.
"Masih bertahap, yang penting masyarakatnya dulu diedukasi tentang batik," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)