medcom.id, Yogyakarta: Otoritas dan instansi terkait tengah menggelar rapat tertutup di ruang Yudhistira Kantor Angkasa Pura 1. Sementara, pesawat Batik Air yang tergelincir telah dievakuasi ke airport ramp.
Rapat tertutup yang digelar Sabtu pagi, 7 November, diduga untuk membahas tergelincirnya Batik Air di landasan pacu 27 Bandara Adisutjipto kemarin. Rapat diikuti Komite Nasional Keselematan Transportasi (KNKT), Angkasa Pura, dan perwakilan maskapai Batik Air.
GM Bandara Adisutjipto, Kolonel Penerbang Agus Pandu Purnama enggan berkomentar banyak ihwal pertemuan itu. Termasuk soal penyebab tergelincirnya pesawat. "Nanti ada konferensi pers," kata Agus tanpa menyebut waktu pastinya.
Sementara itu, pantauan Metrotvnews.com, pagi ini, badan pesawat masih berada di apron bandara. Moncong pesawat yang semula membujur ke timur, sudah mengadap ke barat.
Informasi yang dihimpun, proses mengubah posisi pesawat itu dilakukan sekitar pukul 24.00 hingga pukul 5.15 WIB. Evakuasi menggunakan beberapa alat seperti selvage (serupa balon dengan daya angkat 45 ton), dan mesin kerek (crane).
Peralatan itu untuk mengevakuasi Batik Air yang tergelincir diujung landasan pacu 27 bandara Adisutjipto, Jumat 6 November. Meski tergelincir, seluruh penumpang tak mengalami luka setelah berhasil dievakuasi melalui pintu darurat.
medcom.id, Yogyakarta: Otoritas dan instansi terkait tengah menggelar rapat tertutup di ruang Yudhistira Kantor Angkasa Pura 1. Sementara, pesawat Batik Air yang tergelincir telah dievakuasi ke
airport ramp.
Rapat tertutup yang digelar Sabtu pagi, 7 November, diduga untuk membahas tergelincirnya Batik Air di landasan pacu 27 Bandara Adisutjipto kemarin. Rapat diikuti Komite Nasional Keselematan Transportasi (KNKT), Angkasa Pura, dan perwakilan maskapai Batik Air.
GM Bandara Adisutjipto, Kolonel Penerbang Agus Pandu Purnama enggan berkomentar banyak ihwal pertemuan itu. Termasuk soal penyebab tergelincirnya pesawat. "Nanti ada konferensi pers," kata Agus tanpa menyebut waktu pastinya.
Sementara itu, pantauan
Metrotvnews.com, pagi ini, badan pesawat masih berada di apron bandara. Moncong pesawat yang semula membujur ke timur, sudah mengadap ke barat.
Informasi yang dihimpun, proses mengubah posisi pesawat itu dilakukan sekitar pukul 24.00 hingga pukul 5.15 WIB. Evakuasi menggunakan beberapa alat seperti
selvage (serupa balon dengan daya angkat 45 ton), dan mesin kerek (
crane).
Peralatan itu untuk mengevakuasi Batik Air yang tergelincir diujung landasan pacu 27 bandara Adisutjipto, Jumat 6 November. Meski tergelincir, seluruh penumpang tak mengalami luka setelah berhasil dievakuasi melalui pintu darurat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAN)