Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. Foto Antara Hafidz Mubarak
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. Foto Antara Hafidz Mubarak

UU KPK Diperbaiki Karena Masih Ada Kelemahan

Nasional Revisi UU KPK
Medcom • 17 September 2019 14:50
Bandung: Guru Besar Hukum Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf, menyebut revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi merupakan hal yang wajar. Sebab UU KPK bukan kitab suci yang pasti benar dan tidak bisa diubah.
 
“Kita mengidentifikasi ada beberapa kelemahan, maka perlu ada hal yang diperbaiki. Artinya, perubahan itu sesuatu hal yang wajar, bukan kita suci permanen yang pasti benar, mutlak sempurna,” kata Asep, Selasa, 17 September 2019.
 
Asep menambahkan, perubahan UU KPK juga harus mendorong pada penguatan lembaga KPK termasuk penguatan instansi kepolisian dan kejaksaan. Sehingga, tidak terkesan hanya memperkuat KPK saja tapi justru melemahkan kepolisian dan kejaksaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Memang dulu KPK ini sifatnya sementara sebelum kita mempunyai kepèrcayaan dari publik terhadap kepolisian dan kejaksaan. Jadi artinya, penguatan KPK bukan berarti melemahkan yang lain, harus bersinergi penguatan kepolisian dan kejaksaan,” ujarnya.
 
Asep mengaku memiliki catatan apa saja yang perlu diperbaiki dalam UU KPK, salah satunya mengatur maintance barang sitaan di UU KPK. Menurut Asep, hal itu belum jelas mengenai barang sitaan, berapa banyak yang dikembalikan ke negara dan mekanismenya seperti apa.
 
“Jangan sampai itu mentok di KPK, tidak banyak dipedulikan,” katanya.
 
Asep juga mengatakan KPK perlu fokus pengembalian kerugian negara. Tentu, KPK tidak perlu menangani kasus-kasus yang masih bisa diselesaikan oleh kepolisian dan kejaksaan. Maka, ketegasan itu ada dalam UU KPK.
 
“Jangan berebut kasus, kalau kasus kecil saling berebut. Kalau kasusnya berat, saling melempar. Harus ada kepastian mana yang harus ditangani KPK, kepolisian dan kejaksaan. Kasus tidak seksi, kasus tidak menguntungkan lembaganya, tidak membangun citra saling melemparkan, tapi kalau ini bisa membangun citra ini berebut banget,” ujarnya.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif