Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri di Mapolres Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, 15 Agustus 2019. Medcom.id/ Daviq Umar Al Faruq.
Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri di Mapolres Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, 15 Agustus 2019. Medcom.id/ Daviq Umar Al Faruq.

Unjuk Rasa Mahasiswa Papua di Malang Tidak Berizin

Nasional demo mahasiswa
Daviq Umar Al Faruq • 15 Agustus 2019 18:59
Malang: Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengatakan unjuk rasa yang dilakukan sejumlah pemuda Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Perempatan Rajabali, Kota Malang pagi tadi tidak berizin.
 
"Kita tidak pernah mengizinkan (unjuk rasa AMP). Massa aksi ini isinya campuran, ada mahasiswa dan ada yang sudah lulus, bukan mahasiswa lagi," kata Asfuri saat dikonfirmasi, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Baca: Mahasiswa Papua Terlibat Bentrok saat Unjuk Rasa di Malang

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Asfuri menjelaskan UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum telah mengatur bahwa siapapun diharuskan memberitahukan kepada polisi apabila ingin menyampaikan pendapat di ruang publik dan kemudian polisi menerbitkan surat tanda terima.
 
"Namun kita kemarin tidak menerbitkan surat tanda terima. Karena memang di situ tidak tercantum siapa yang sebagai penanggung jawabnya. Apa maksud dan isi dari aksinya tersebut itu, mereka tidak mau menyampaikan. Sehingga kita tidak menerbitkan surat tanda terima," jelas Asfuri.
 
Polisi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusifitas di Kota Malang. Masyarakat diminta menjaga persatuan dan kesatuan, apalagi sebentar lagi terdapat perayaan HUT ke 74 Republik Indonesia.
 
"Apabila kita bersama-sama menjaga Kota Malang maka Kota Malang akan aman," pungkas Asfuri.
 
Sebelumnya sejumlah pemuda yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) terlibat bentrok dengan warga sekitar di Perempatan Rajabali, Kota Malang, Kamis 15 Agustus 2019 sekitar pukul 08.30 WIB.
 
Bentrokan terjadi ketika para mahasiswa Papua ini melakukan unjuk rasa dalam rangka memperingati 57 tahun perjanjian New York, dengan tema 'Amerika Serikat Harus Bertanggung Jawab Atas Penjajahan di West Papua'.
 
Di sela-sela aksi, terjadi keributan antara mahasiswa Papua dengan warga sekitar. Sempat terjadi bentrokan dan aksi saling lempar batu antara warga yang berusaha mencegah aksi unjuk rasa dari massa AMP.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif