NEWSTICKER
Presiden Jokowi usai memantau bendungan Kamijoro. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Presiden Jokowi usai memantau bendungan Kamijoro. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Bandara dan Underpass di Kulon Progo Potensial Operasional Serempak

Nasional Bandara Yogyakarta International Airport
Ahmad Mustaqim • 31 Desember 2019 14:40
Kulon Progo: Infrastruktur di kawasan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta potensial beroperasi serempak. Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) mendekati penyelesaian akhir dan jalan bawah tanah (underpass) sepanjang 1,4 kilometer juga siap beroperasi.
 
"Bandara Yogyakarta (YIA) ini akan selesai. Tidak usah dikejar-kejar," kata Presiden Joko Widodo ditemui di bendungan Kamijoro di perbatasan Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo dengan Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Selasa, 31 Desember 2019.
 
Jokowi mengatakan aktivitas penerbangan sudah mulai sejak Mei 2019 dan tunggu menunggu penyelesaian pembangunan infrastruktur. Pihak PT Angkasa Pura I menargetkan Bandara YIA operasional pada Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pesawat sudah ada. Masih menunggu pembebasan lahan untuk keretanya (kereta api bandara), sudah selesai, tinggal proses konstruksi. Harapannya secepatnya. Saya tak memberi batas waktu. Harapannya cepat selesai," ucapnya.
 
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadi Moeljono mengatakan underpass yang melintas di bawah bandara YIA hampir siap untuk digunakan. Ia memperkirakan bisa berbarengan dengan operasional YIA.
 
"Kalau mau dipakai untuk umum, seperti tol, tanpa tarif. Kalau (underpass) ini nasional. Tanpa bayar jadi kita manfaatkan," kata dia.
 
Ia menilai, bulan Januari 2020 bisa saja underpass digunakan. Namun, katanya, ada sejumlah kelengkapan penting yang belum dipasang.
 
"Saya masih perlu tambahin keamanannya. Kekurangannya rambu peringatan kehati-hatian saat melintas. Hati hati," kata dia.
 
Selain itu, ia menambahkan, peringatan untuk menyalakan lampu dan batas kecepatan maksimum juga perlu dipasang. Underpass sepanjang 1,4 kilometer ini hampir dipastikan gelap jika tak dilengkapi penerangan.
 
"Kecapatan maksimum 60 km/jam untuk berkensara. Infrastruktur fisik sudah selesai. Termasuk ornamen seni, sudah. Termasuk yang darurat, delapan exit darurat," tuturnya.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif