NEWSTICKER
Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Malang menggelar inspeksi mendadak (sidak) di beberapa tempat wisata dan pasar, Senin 30 Desember 2019. (Foto: Dok. Pemkab Malang)
Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Malang menggelar inspeksi mendadak (sidak) di beberapa tempat wisata dan pasar, Senin 30 Desember 2019. (Foto: Dok. Pemkab Malang)

Tempat Wisata di Malang Jual Makanan Kedaluwarsa dan Tak Berizin

Nasional razia makanan pariwisata daerah
Daviq Umar Al Faruq • 30 Desember 2019 16:37
Malang: Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Malang menggelar inspeksi mendadak (sidak) di beberapa tempat wisata dan pasar, Senin, 30 Desember 2019.
 
Sidak dilakukan untuk mengantisipasi peredaran produk obat, makanan, alat kesehatan, dan kosmetika yang tak layak konsumsi jelang pergantian tahun baru.
 
Razia diawali di tempat wisata Sumbermaron, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Hasilnya, ditemukan makanan ringan dari beberapa merek yang kemasannya tidak memiliki ijin edar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, ada juga produk makanan olahan rumahan yang tidak memiliki label nama, serta produk susu segar dan minuman yang kemasannya sudah penyok dan kedaluwarsa.
 
Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Malang, Hasan Tuasikal, mengatakan razia produk yang bermasalah tersebut segera diamankan agar tidak dijual kembali kepada konsumen.
 
"Kami menarik beberapa produk yang memang sudah tidak sesuai standar, hal tersebut kami lakukan agar para penjual kedepannya untuk lebih memperhatikan lagi produk yang mereka terima dari distributor," katanya.
 
Pihaknya pun langsung memberikan pembinaan kepada penjual untuk tidak lagi menjual produk yang tidak memenuhi standar.
 
"Kalau di tempat wisata ini kebanyakan makan olahan rumahan yang tidak memenuhi standar syarat kemasan karena tidak ada tanggal kedaluwarsa dan izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga)," imbuhnya
 
Sementara itu, Kasi Pengelola Obat Dinas Kesehatan, Nur Khulailah, meminta masyarakat untuk aktif melaporkan jika ada produk kedaluwarsa serta tidak berizin. Dinas kesehatan sendiri memberikan apresiasi kepada penjual yang memperhatikan produk yang mereka jual.
 
"Kami berharap peran masyarakat untuk melaporkan jika ada pasar atau toko yang menjual produk kadaluarsa, kemasan rusak, maupun produk yang tidak memiliki izin sah. Tempat wisata harus kita jaga, makanan harus kita perhatikan betul untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
 
Selanjutnya, sidak dilakukan di beberapa toko yang berada di Pasar Gondanglegi. Di salah satu toko obat-obatan ditemukan produk kosmetik yang harusnya dijual di apotek. Produk tersebut kemudian ditarik dari etalase penjualan.
 
Hal serupa juga terjadi di Pasar Turen. Di beberapa toko, ada produk yang sudah memiliki PIRT tapi tidak ada tanggal kedaluwarsa. Produk tersebut tidak luput dari pemeriksaan dan langsung disita. Bahan tambahan pangan juga menjadi pemeriksaan, di antaranya ditemukan toko yang masih menjual bahan masakan yang mengandung borak.
 

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif