Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan pertemuan tertutup dengan para pengusaha pembuang limbah Bengawan Solo, Selasa, 3 Desember 2019. MEDIA INDONESIA/ Haryanto Mega
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan pertemuan tertutup dengan para pengusaha pembuang limbah Bengawan Solo, Selasa, 3 Desember 2019. MEDIA INDONESIA/ Haryanto Mega

Perusahaan Menyanggupi Keinginan Ganjar

Nasional pencemaran sungai
Mustholih • 03 Desember 2019 19:16
Semarang: Perusahaan-perusahaan yang berdiri dekat Sungai Bengawan Solo menyambut baik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang memberi waktu 12 bulanuntuk memperbaiki sistem pengolahan limbah. PT Indo Acidatama, mengakui faktor lingkungan menjadi masalah berat yang harus dihadapi perusahaan.
 
"Dalam kondisi ekonomi gonjang-ganjing, kalau ditekan masalah lingkungan sangat berat sekali," kata Manajer Operasional PT Indo Acidatama, Edy Darmawan, di Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 3 Desember 2019.
 
Edy menjelaskan perusahaan yang beroperasi di dekat Bengawan Solo segera menyatakan setuju ketika Pemerintah Provinsi memberi waktu selama satu tahun untuk memperbaiki sistem pengolahan limbah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Edy tidak semua perusahaan punya kemampuan setara dalam mengatasi persoalan limbah. "Pak Gub tadi memberi waktu enam bulan, tapi bagi kita tidak cukup. Kita minta satu tahun, insyaallah nanti kita bertanggung jawab," jelas Edy.
 
Edy mengaku Indo Acidatama sudah punya sistem instalasi pengolahan air limbah sendiri. Namun instalasi tersebut masih perlu mendapat peningkatan.
 
Terkait pencemaran Sungai Bengawan Solo, Edy menegaskan tidak semua industri punya pengetahuan teknologi modern pengolahan limbah. "Tapi ke depan tidak bisa begitu harus efisiensi pengelolaan limbah," pungkas Edy.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif