Salah satu anggota tim hukum tiga jurnalis, Firmansyah. (Foto: Medcom.id/Muhammad Syawaluddin)
Salah satu anggota tim hukum tiga jurnalis, Firmansyah. (Foto: Medcom.id/Muhammad Syawaluddin)

Pengusutan Dugaan Kekerasan terhadap Jurnalis Makassar Dinilai Lamban

Nasional kekerasan terhadap wartawan
Muhammad Syawaluddin • 19 Oktober 2019 09:25
Makassar: Pengusutan dugaan kekerasan terhadap tiga jurnalis di Makassar, Sulawesi Selatan, dinilai lamban. Tim kuasa hukum ketiga jurnalis pun berniat meminta klarifikasi penyidik atas perkembangan kasus.
 
"Kami akan segera melayangkan surat klarifikasi terkait penanganan kasus (kekerasan terhadap jurnalis)," kata salah satu anggota tim hukum tiga jurnalis, Firmansyah, di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 18 Oktober 2019.
 
Layangan surat klarifikasi dilakukan lantaran Polda Sulsel menyatakan penanganan kasus belum bisa dilanjutkan lantaran masih menunggu proses pidana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Firman menyebut alasan Polda Sulsel tak bisa diterima. Sebab sebelumnya, Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe menyatakan kasus berjalan bahkan telah ada yang ditahan.
 
"Pernyataan tersebut sangat tak berdasar. Seharusnya Propam Polda Sulsel tetap melakukan proses laporan etik tersebut," jelasnya.
 
Dia menyebut, proses etik dan disiplin dengan pidana merupakan dua hal yang berbeda. Tidak ada alasan bagi penyidik, khususnya Propam Polda Sulsel menunggu proses pidana.
 
"Pengaduan disiplin dan etik dengan laporan pidana itu berbeda, mekanisme hukumnya pun berbeda. Kenapa harus saling menunggu‌. Kami melihat proses ini terkesan lambat dan tertutup," tegasnya.
 
Berkaca pada kasus kematian salah satu mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara, polisi yang diduga terlibat dalam tetap menjalani sidang etik dan disiplin tanpa menunggu proses pidana. Sehingga, tidak ada alasan bagi polisi menunggu proses pidana.
 
"Kami berharap Polda sesegera mungkin tetap melanjutkan proses etiknya. Terlebih harus diingat kasus ini menyangkut kekerasan jurnalis yang juga menjadi perhatian publik," katanya.
 
Aksi unjuk rasa belasan ribu mahasiswa dari berbagai kampus di depan Kantor DPRD Sulawesi Selatan sebelumnya berakhir ricuh. Puluhan mahasiswa mengalami luka akibat bentrokan dan harus dirawat di Rumah Sakit Awal Bros akibat pukulan pentungan oleh pihak kepolisian.
 
Tiga wartawan yakni dari LKBN Antara, Darwin Fatir, Inikata.com, Saiful, dan wartawan Makassartoday, Ishak juga mengalami hal yang sama dengan mahasiswa dan harus mendapatkan perawatan medis padahal saat meliput aksi unjuk rasa tersebut ketiganya menggunakan atribut sebagai wartawan.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif