Bupati Jepara nonaktif, Ahmad Marzuqi, tertunduk mendengarkan Majelis Hakim Tipikor, Semarang, membacakan amar putusan, Selasa, 3 September 2019. Foto: Medcom.id/ Mustholih
Bupati Jepara nonaktif, Ahmad Marzuqi, tertunduk mendengarkan Majelis Hakim Tipikor, Semarang, membacakan amar putusan, Selasa, 3 September 2019. Foto: Medcom.id/ Mustholih

Bupati Jepara Nonaktif Divonis Tiga Tahun Penjara

Nasional Kasus suap hakim
Mustholih • 03 September 2019 14:41
Semarang: Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Semarang, Jawa Tengah, menjatuhkan hukuman pidana tiga tahun penjara terhadap Bupati Jepara nonaktif, Ahmad Marzuqi. Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu dinyatakan terbukti bersalah memberi suap kepada Hakim Pengadilan Negeri Semarang, Lasito, uang senilai Rp500 juta dan 16 ribu Dolar Amerika Serikat.
 
"Menyatakan terdakwa terbukti bersalah sesuai dalam dakwaan. Menjatuhkan pidana penjara tiga tahun dan denda Rp400 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti pidana kurungan tiga bulan," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Aloysius Prihartono Bayu Aji saat membacakan amar putusan, Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 3 September 2019.
 
Selain itu, Majelis Hakim menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik bagi Marzuqi dari jabatan publik selama tiga tahun. "Menjatuhkan pidana tambahan terhadap terdakwa pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik selama tiga tahun apabila selesai menjalani pidana pokok," jelas Aloysius.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Marzuqi didakwa dengan Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dia dinyatakan terbukti memberi suap kepada Lasito karena ingin mantan Ketua Pengadilan Negeri Semarang itu membatalkan statusnya sebagai tersangka korupsi dana bantuan partai politik 2011-2012 di sidang gugatan pra-peradilan.
 
Dengan diketok palunya putusan tersebut, Majelis Hakim memerintahkan Marzuqi tetap ditahan dalam tahanan. "Menetapkan untuk terdakwa tetap ditahan," jelas Aloysius.
 
Marzuqi belum memutuskan banding atas putusan tersebut. Dia meminta diberi waktu untuk berpikir untuk mengajukan banding atau tidak. "Saya mengajukan pikir-pikir dulu. Kalau nanti ditengah perjalanan ada perkembangan sesuai penasehat hukum. Nanti tergantung apa yang disampaikan majelis," ungkap Marzuqi.
 
Adapun Hakim Lasito divonis pidana penjara selama empat tahun penjara denda Rp400 juta. Vonis terhadap Lasito dibacakan sebelum sidang putusan Marzuqi.
 
Ketua Majelis Hakim, Aloysius Prihartono Bayu Aji, menyatakan Lasito terbukti berdalah menerima suap dari Marzuqi. "Menjatuhkan pidana empat tahun dan denda Rp400 juta dengan ketentuan bila tidak dibayar maka diganti kurungan selama tiga bulan," pungkas Alyosius.
 

(DEN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif