Seorang mahasiswa saat ditangkap usai aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh, di Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 5 Agustus 2024. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.
Seorang mahasiswa saat ditangkap usai aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh, di Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 5 Agustus 2024. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.

Aksi Unjuk Rasa di Makassar Berakhir Ricuh, Belasan Mahasiswa Ditangkap

Muhammad Syawaluddin • 05 Agustus 2024 15:51
Makassar: Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa di Jalan Sultan Alauddin Makassar pada Senin, 5 Agustus 2024 berakhir ricuh. Belasan mahasiswa ditangkap dalam peristiwa tersebut. 
 
Aksi unjuk rasa dilakukan buntut dari aksi sebelumnya yang terjadi di Kelurahan Samata, Kabupaten Gowa. Dua mahasiswa di drop out gegara melakukan aksi tersebut. 
 
Dalam aksi unjuk rasa itu mahasiswa Universitas Islam Alauddin Makassar (UNAM) itu meminta agar pihak kampus mencabut surat keputusan (SK) drop out dan skorsing terhadap beberapa mahasiswa. 

Tidak hanya itu, para mahasiswa yang saat ini berada di Polrestabes Makassar itu meminta agar pihak kampus melibatkan mahasiswa dalam perumusan regulasi dan kejelasan KIP-K. 
 
Kemudian mereka juga menolak semester antara, meminta pengadaan aktivitas malam kembali di dalam kampus, pemotongan UKT semester sembilan ke atas, kekerasan seksual, rekategorisasi UKT, dan hentikan premanisme.
 
Kabag Ops Polrestabes Makassar, AKBP Darminto mengatakan, pembubaran terhadap aksi unjuk rasa yang terjadi sekitar pukul 15.00 Wita tersebut lantaran menutup jalan hingga menyebabkan macet panjang. 
 
"Jadi begini, ini sudah dari 30 menit lalu, Kapolsek negosiasi jangan tutup jalan," katanya, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 5 Agustus 2024.
 
Namun permintaan tersebut tidak diindahkan oleh mahasiswa itu. Bahkan, menutup jalan yang menyebabkan macet hingga ke perbatasan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa. 
 
"Mahasiswa malah dia tutup jalan full, ban besar ada enam yang siap dibakar dan mengganggu ketertiban umum, warga yang dari Gowa ke Makassar tertutup," ujarnya. 
 
Tidak hanya belasan mahasiswa itu yang ditangkap pihak kepolisian, tapi juga kendaraan para mahasiswa itu. Mereka nantinya akan diperiksa terkait demonstrasi itu. 
 
"Kendaraannya dibawa ke Polrestabes. Nanti dicek, kalau lengkap diberikan kembali, kalau tidak lengkap diberikan tilang," ungkapnya. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ALB)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan