Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

Polda NTT Didesak Usut Penyerangan Jurnalis yang Mewartakan Hasil Temuan BPK di BUMD

Nasional penyerangan Penganiayaan Jurnalis Kekerasan terhadap Wartawan NTT
Media Indonesia • 27 April 2022 16:16
Kupang: Puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan NTT mengelar aksi damai di depan Kantor Polda Nusa Tenggara Timur, di Kupang. Mereka mendesak polisi untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap seorang jurnalis bernama Fabian Latuan, pada Selasa, 26 April kemarin.
 
Koordinator lapangan Forum Wartawan NTT, Frid W Lado, menyerukan agar polisi tidak menutup mata dengan kejadian penganiayaan yang sudah menimpa seorang jurnalis di Kupang saat menjalankan tugas jurnalistiknya.
 
"Kami ingin agar kasus ini diusut dan pelaku penganiayaan segera ditangkap polisi," kata Frid di Kupang, Rabu, 27 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam orasinya, forum wartawan meminta polisi melindungi kerja-kerja jurnalistik yang dilakukan oleh para wartawan. "Kami minta pekerjaan kami dilindungi. Sekecil apapun karya kami, harap dihargai,” kata dia.
 
Baca: Wartawan Metro TV Jadi Korban Pemukulan Oknum Polisi di Sumedang
 
Selain itu dia juga mendesak Budiyanto untuk segera menangkap pelaku penganiayaan.  Usai berorasi selama kurang lebih 45 menit, Kabid Humas Polda NTT, Kombes Rishian Krisna B meminta lima perwakilan untuk bertemu dengan dia guna menyampaikan tuntutannya. Usai bertemu selama sekitar 10 menit, massa aksi kemudian membubarkan diri secara damai.
 
Sebelumnya, Latuan diserang sekitar enam orang tidak dikenal usai mengikuti jumpa pers di PT Flobamor. Jumpa pers itu berkaitan dengan hasil temuan BPK terhadap deviden PT Flobamor senilai Rp1,6 miliar yang diwarnai perdebatan antara pimpinan BUMD milik Pemerintah Provinsi NTT itu dengan sejumlah awak media.
 
Ia bersama salah satu rekannya yang beranjak meninggalkan tempat kegiatan dengan mengendarai sepeda motor sekitar sekitar 30 meter tiba-tiba diserang sejumlah orang yang membuatnya tumbang bersama kendaraan yang ditunggangi.
 
"Sebelum memukul ada meneriaki nama saya, kemungkinan untuk menjadi tanda bagi pelaku agar mengeroyok dan menganiaya saya di lokasi kejadian," katanya.
 
Latuan yang menderita luka-luka di bagian wajah dan dada telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kota Kupang.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif