Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang di Kota Malang, Jawa Timur.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang di Kota Malang, Jawa Timur.

Kunjungan Tatap Muka di Lapas Malang Dibuka Kembali

Daviq Umar Al Faruq • 04 Juli 2022 12:56
Malang: Narapidana dan tahanan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang di Kota Malang, Jawa Timur, boleh menerima kunjungan tatap muka dalam waktu dekat ini. Sebelumnya, fasilitas kunjungan tatap muka tersebut ditiadakan lantaran pandemi covid-19. 
 
Kepala Lapas Kelas I Malang, Heri Azhari, mengatakan, fasilitas kunjungan tatap muka akan diterapkan dengan sejumlah persyaratan. Hal itu sesuai Surat Edaran (SE) Ditjenpas Kemenkumham RI Nomor PAS-12.HH.01.02 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Mekanisme Terhadap Layanan Kunjungan Secara Tatap Muka dan Pembinaan yang Melibatkan Pihak Luar.
 
"Untuk tanggal pelaksanaannya masih menunggu keputusan dari Kanwil Kemenkumham. Tetapi sepertinya minggu-minggu ini sudah bisa dimulai. Kami pun juga telah melakukan persiapan, baik dari petugas maupun sarana prasarananya," katanya, Senin 4 Juli 2022.
 
Baca: Peserta Maraton asal Jakarta Dilaporkan Hilang di Gunung Arjuno

Berdasarkan ketentuan yang berlaku, ada tiga kategori pengunjung yang diperbolehkan bertemu langsung dengan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Salah satunya adalah keluarga inti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang boleh itu keluarga inti, seperti orang tua, istri maupun anak. Lalu penasihat atau kuasa hukum yang dibuktikan dengan surat kuasa dan yang terakhir merupakan perwakilan kedutaan besar atau konsuler bagi warga binaan warga negara asing (WNA)," jelasnya.
 
Heri menambahkan bahwa masing-masing WBP hanya boleh dikunjungi satu kali dalam sepekan. Jam kunjungan yang diperbolehkan hanya saat jam kerja. Setiap pengunjung pun diwajibkan sudah menerima vaksin covid-19 dosis ketiga yang dibuktikan melalui aplikasi PeduliLindungi atau sertifikat vaksin.
 
"Jika ada yang belum menerima vaksin lengkap, wajib menunjukan hasil rapid atau swab test dengan hasil negatif. Atau surat keterangan dokter bahwa tidak dapat menerima vaksin, karena alasan kesehatan dari dokter instansi pemerintah," tegasnya.
 
Baca: 321 Narapidana Teroris Janji Setia ke NKRI
 
Di sisi lain, Heri mengaku fasilitas kunjungan WBP di Lapas Kelas I Malang secara daring atau virtual tetap berjalan seperti biasa. Hanya saja, fasilitas kunjungan tatap muka dibuka kembali sebagai bentuk pemenuhan hak-hak WBP.
 
"Ini merupakan salah satu pemenuhan hak warga binaan. Apalagi selama ini mereka hanya bisa melepas rindu dengan keluarga melalui virtual. Tapi tetap, layanan virtual juga kita sediakan seperti biasa," ungkapnya.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif