Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. ANTARA/HO-Biro Adpim Jatim.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. ANTARA/HO-Biro Adpim Jatim.

Khofifah Waspadai Hepatitis Akut Bergejala Berat pada Anak

Nasional penyakit menular hepatitis a Khofifah Indar Parawansa Jawa Timur Hepatitis Akut
Antara • 06 Mei 2022 00:02
Surabaya: Pemerintah Provinsi Jawa Timur mewaspadai kasus hepatitis akut bergejala berat pada anak yang belum diketahui penyebabnya dan berharap masyarakat tetap tenang.
 
"Kami imbau warga tidak panik, tapi sigap melihat gejala yang ditimbulkan," kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya, Kamis, 5 Mei 2022.
 
Baca: Kemenkes Investigasi 3 Pasien Anak Meninggal karena Hepatitis Akut

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang belum Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology) tertanggal 27 April 2022.
 
Sebelumnya Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mempublikasikan tentang KLB hepatitis jenis ini pada 15 Aprii 2022.
 
Publikasi dimuat setelah Inggris Raya melaporkan adanya peningkatan kasus signifikan pada pasien hepatitis, yakni tak ditemukannya virus A-E dalam penelitian laboratorium.
 
Baru kemudian pada akhir April, kasus hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya ini menyerang Indonesia, dan tercatat ada tiga pasien anak meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
 
Menurut Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) per 4 Mei 2022, di Jatim saat ini sudah terdeteksi 114 kasus terduga hepatitis akut yang tersebar di beberapa kabupaten/kota.
 
Berdasarkan data yang dicatat Pemprov Jatim, penyakit ini tidak menyerang kelompok umur spesifik meski cenderung mengalami kenaikan jumlah pada minggu ke-14 hingga ke-17.
 
"Maka semua orang, baik anak kecil maupun dewasa, harus punya kewaspadaan terhadap bahaya penyakit ini. Kita juga wajib gerak cepat melihat gejalanya. Karena semakin cepat ditangani, peluang untuk menghindari hal yang tidak diinginkan semakin besar," jelas Khofifah.
 
Mantan Menteri Sosial itu menyebut, gejala klinis dari hepatitis akut ini antara lain nyeri perut bagian bawah, diare, muntah-muntah, serta peningkatan enzim hati.
 
Hingga saat ini tidak ditemukan gejala demam dalam sebagian besar kasus, namun tetap ia mengingatkan agar tidak lengah jika ada warga masyarakat yang mengalami demam.
 
“Jangan anggap sepele gejala yang ada. Walaupun jarang ada pasien hepatitis akut ini yang menderita demam, tapi alangkah baiknya kalau masyarakat langsung memeriksakan diri ke faskes terdekat kalau sudah merasa tidak enak badan," ungkap Khofifah.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif