Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bagi-bagi paket sembako kepada kaum buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja akibat pandemi virus korona covid-19. Foto: istimewa
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bagi-bagi paket sembako kepada kaum buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja akibat pandemi virus korona covid-19. Foto: istimewa

Peringati May Day, Pemprov Jateng Bagi-bagi Sembako untuk 2.164 Buruh

Nasional Virus Korona hari buruh
Mustholih • 01 Mei 2020 14:44
Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bagi-bagi paket sembako kepada kaum buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja akibat pandemi virus korona covid-19. Paket sembako tersebut diberikan kepada 2.164 buruh di Kota Semarang, Ungaran, dan Boyolali.
 
"Momentum May Day ini kita gunakan untuk saling membantu. Kami meminta buruh tidak usah demo di peringatan May Day ini. biar kami yang demo dengan membagi-bagikan bantuan kepada mereka," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 1 Mei 2020.
 
Di Kota Semarang, Pemerintah Provinsi menyalurkan bantuan paket sembako ke 864 buruh yang menghuni Rusunawa Kudu Kota. Sedangkan di Ungaran, Kabupaten Semarang, paket sembako disalurkan ke 100 buruh si Rusunawa Gedanganak. Adapun di Boyolali, Ganjar menyalurkan paket sembako ke seribu buruh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam bantuan paket sembako ini, setiap buruh menerima 10 kilogram beras, 1 kilogram gula, 2 liter minyak goreng, 8 bungkus mie instan, dan setengah kilogram ikan. Ganjar mengatakan di tengah situasi sulit akibat pandemi, Pemerintah memang harus hadir membantu rakyat. "Memang harus ada yang memberikan perhatian kepada kawan-kawan buruh. Siapa itu, ya perusahaan dan pemerintah," ujar Ganjar menegaskan.
 
Menurut Ganjar, bantuan paket sembako ini cukup membuat buruh bertahan selama satu bulan ke depan. Dia yakin apabila perut mereka kenyang, PHK justru membuat buruh bisa lebih kreatif. "Kalau urusan makan sudah aman, mereka bisa kok berinovasi. Bikin masker, jualan, jadi tukang batu, atau mungkin ekonomi kreatif. Apapun itu, yang penting mereka bisa survive," jelas Ganjar.
 
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif