Solo: Pedagang kurma di Solo, Jawa Tengah, mengeluhkan penurunan omzet pada Ramadan 2020. Penurunan penjualan di kawasan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, disebut hingga 50 persen.
"Puasa tahun lalu dalam sehari bisa menjual 10 dus kurma jenis apa saja dalam sehari. Tapi sekarang karena wabah korona, rata-rata penjualan cuma lima dus per hari," ucap salah satu penjual kurma, Kardi, di Pasar Kliwon, Solo, Jumat, 8 Mei 2020.
Selain penurunan omzet, para pedagang juga merasakan penurunan harga kurma. Penurunan harga kurma hampir terjadi untuk setiap jenis kurma.
Kurma Mesir tahun lalu dibanderol Rp40 ribu per kilogram, Ramadan tahun ini harga kurma Mesir turun menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Jenis kurma lainnya yang mengalami penurunan yakni kurma Sukari, dari harga Rp125 ribu per kilogram tahun lalu, menjadi Rp75 ribu per kilogram tahun ini.
"Kurma menjadi hidangan khas saat puasa. Tahun lalu kami selalu full stok, setiap jenis kurma setidaknya stok 100 dus. Kalau sekarang tidak berani, paling banyak stok 25 dus per jenis kurma," imbuhnya.
Hal senada disampaikan penjual kurma kawasan Pasar Kliwon, Solo lainnya, Ismail. Dia mengaku masih berharap banyak pada pembelian kurma eceran.
"Kalau pembelian secara grosir memang menurun tajam. Tahun lalu yang beli banyak dari luar Solo untuk dijual lagi. Kalau sekarang ini lebih banyak yang membeli orang Solo saja," bebernya.
Ismail mengalami penurunan omzet penjualan sekitar 50 persen. Ramadan tahun lalu, Ismail bisa menjual 500 kilogram kurma per hari.
"Sekarang paling banyak 300 kilogram per hari. Dan itu banyak yang eceran. Kebanyakan pembeli grosir sudah enggan beli ke Solo karena wabah korona," tukasnya.
Solo: Pedagang kurma di Solo, Jawa Tengah, mengeluhkan penurunan omzet pada Ramadan 2020. Penurunan penjualan di kawasan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, disebut hingga 50 persen.
"Puasa tahun lalu dalam sehari bisa menjual 10 dus kurma jenis apa saja dalam sehari. Tapi sekarang karena wabah korona, rata-rata penjualan cuma lima dus per hari," ucap salah satu penjual kurma, Kardi, di Pasar Kliwon, Solo, Jumat, 8 Mei 2020.
Selain penurunan omzet, para pedagang juga merasakan penurunan harga kurma. Penurunan harga kurma hampir terjadi untuk setiap jenis kurma.
Kurma Mesir tahun lalu dibanderol Rp40 ribu per kilogram, Ramadan tahun ini harga kurma Mesir turun menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Jenis kurma lainnya yang mengalami penurunan yakni kurma Sukari, dari harga Rp125 ribu per kilogram tahun lalu, menjadi Rp75 ribu per kilogram tahun ini.
"Kurma menjadi hidangan khas saat puasa. Tahun lalu kami selalu full stok, setiap jenis kurma setidaknya stok 100 dus. Kalau sekarang tidak berani, paling banyak stok 25 dus per jenis kurma," imbuhnya.
Hal senada disampaikan penjual kurma kawasan Pasar Kliwon, Solo lainnya, Ismail. Dia mengaku masih berharap banyak pada pembelian kurma eceran.
"Kalau pembelian secara grosir memang menurun tajam. Tahun lalu yang beli banyak dari luar Solo untuk dijual lagi. Kalau sekarang ini lebih banyak yang membeli orang Solo saja," bebernya.
Ismail mengalami penurunan omzet penjualan sekitar 50 persen. Ramadan tahun lalu, Ismail bisa menjual 500 kilogram kurma per hari.
"Sekarang paling banyak 300 kilogram per hari. Dan itu banyak yang eceran. Kebanyakan pembeli grosir sudah enggan beli ke Solo karena wabah korona," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)