Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, di Malang, Jawa Timur, Jumat 23 September 2022.
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, di Malang, Jawa Timur, Jumat 23 September 2022.

KPK OTT Hakim MA, Menko Polhukam: Jangan Ada yang Melindungi!

Daviq Umar Al Faruq • 23 September 2022 18:28
Malang: Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, telah mendengar kabar operasi tangkap tangan (OTT) di Mahkamah Agung (MA) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia mendukung langkah KPK untuk mengusut perkara tersebut.
 
"MA sekarang masih dalam proses, saya juga masih belum dapat nama-nama yang pasti. Tapi bahwa ada hakim agung yang katanya terlibat, kalau tidak salah dua orang, itu juga harus diusut dan hukumannya harus berat," kata Mahfud di Malang, Jawa Timur, Jumat, 23 September 2022.
 
Mahfud menyayangkan kasus korupsi yang menyeret nama hakim agung tersebut. Sebab, menurutnya, hakim merupakan benteng keadilan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau itu terjadi jangan sampai diampuni dan jangan boleh ada yang melindungi," tegasnya.
 
Mahfud mengaku saat ini telah memasuki zaman digitalisasi. Sehingga, ia memastika bahwa pengusutan perkara bakal berjalan transparan.
 
Baca: Duh Salah Nama, KPK Revisi Tersangka Suap Penanganan Perkara di MA

"Karena sekarang zaman transparan, zaman digital. Anda melindungi, anda akan ketahuan, bahwa anda yang melindungi dan anda dapat apa. Itu saja," imbuhnya.
 
Sebelumnya, KPK membeberkan tersangka dalam OTT di MA. Salah satu tersangka, yakni Hakim Agung Sudrajad Dimyati (SD).
 
"KPK menemukan bukti permulaan yang cukup, kemudian KPK menaikkan status kasus ini ke penyidik dan KPK menetapkan 10 tersangka," kata Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 23 September 2022.
 
(NUR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif