di Kecamatan Pademau, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, membudayakan sedekah 'Ghan Saebuh' untuk membantu warga. Medcom.id/ Syaikhul Hadi
di Kecamatan Pademau, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, membudayakan sedekah 'Ghan Saebuh' untuk membantu warga. Medcom.id/ Syaikhul Hadi

Kalangan Millenial Inisiasi Sehari Rp1.000 untuk Warga

Nasional penduduk miskin komunitas
Syaikhul Hadi • 13 November 2020 15:31
Pamekasan: Generasi millenial di Kecamatan Pademau, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, membudayakan sedekah 'Ghan Saebuh' atau gerakan sehari seribu rupiah. Gerakan tersebut ditujukan untuk membantu para tetangga yang sedang mengalami keterbatasan ekonomi.
 
Inisiator Ghan Saebuh, Bustanul Husain, mengatakan budaya ini sudah dilakukan sejak 2019 lalu. Celengan yang diisi uang setiap harinya seribu rupiah dikumpulkan dan kemudian disalurkan kepada masyarakat setempat yang membutuhkan.
 
"Ada keluarga pemulung, tukang becak, janda tua, dan semacamnya. Kadang untuk keperluan makan hari esok saja mereka masih nyari," kata Pria yang akrab disapa Inung tersebut, Jumat, 13 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Daerah Terdampak Potensi Erupsi Merapi Diminta Siapkan Skenario Terburuk
 
Dia menjelaskan kepedulian anak muda di tempatnya bukan hanya fokus pada bantuan ekonomi, melainkan pendidikan. Pemuda berusia 29 tahun tersebut melihat adanya sebuah kesenjangan yang terjadi di kelurahan Barurambat Timur.
 
Menurutnya jika melintasi kawasan 'Mor Le'ke' (Timur Sungai) tepatnya di Jalan Veteran desa tersebut, sebagian besar masyarakat sudah tergolong menengah ke atas. Namun jika memasuki kawasan perkampungan banyak sekali masyarakat yang kehidupannya kekurangan.
 
"Kita mikirnya bagaimana bisa membantu mereka," jelas Inung.
 
Meski sebagian besar diinisiasi kalangan anak muda, namun tradisi di sana juga harus melibatkan para sesepuh. Dengan dukungan para sesepuh, celengan Ghan Saebuh akhirnya disetujui.
 
Hingga saat ini ada sekitar 100 celengan yang dibagikan ke warga yang berkecukupan. Bahkan tak sedikit juga relawan yang turut menabung di celengan tersebut.
 
Kegiatan seperti ini, kata Inung, tidak hanya mengajarkan kalangan remaja tentang kepedulian sesama, melainkan menyadarkan masyarakat bahwa di lingkungannya masih banyak orang yang membutuhkan uluran tangan.
 
"Bentuk bantuannya macam-macam, ada sembako, peralatan sekolah, tas, uang dan sebagainya. Tergantung kebutuhan masyarakat dan disesuaikan dengan kondisi yang ada," ungkapnya.
 
Setiap bulan dari celengan Ghan Saebuh uang yang berhasil dikumpulkan kisaran Rp2,5 hingga Rp4 juta. Hasil tabungan tersebut kemudian dibagi-bagikan kepada janda tua, pemulung, tukang becak hingga anak putus sekolah.
 
"Jadi, pada saat pengambilan, celengan dibuka dan dihitung di depan donatur. Kemudian ditulis angkanya kemudian ditandatangani donatur itu sendiri. Karena sedari dini kita membangun kepercayaan ditengah masyarakat. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada saat penyaluran nantinya," ujarnya.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif