Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih. Medcom.id/Mustaqim
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih. Medcom.id/Mustaqim

Pemkab Sleman Sebut Kenaikan Harga Pangan Wajar

Ahmad Mustaqim • 28 Juni 2022 18:02
Sleman: Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mencatat adanya kenaikan harga pada belasan jenis komoditas pangan. Namun, kenaikan itu diklaim masih wajar.
 
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, mengatakan ada 13 komoditas bahan pokok yang harganya naik. Sementara, komoditas yang harganya turun hanya gula pasir dan bawang putih.
 
"Harga-harga komoditas (pangan) di Sleman masih di bawah nasional. Harga di pasar alami kenaikan tapi masih wajar," kata Rusmi di Sleman, Selasa, 28 Juni 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rusmi mengatakan harga telur di Sleman Rp26 ribu per kilogram. Ia mengatakan harga telur di tingkat nasional Rp29 ribu per kilogram.
 
Selain itu, ia menjelaskan komoditas cabai, bawang merah, dan minyak goreng tercatat mengalami lonjakan harga. Harga cabai rawit merah pada Mei lalu dibanderol Rp57.375 per kilogram dan naik menjadi Rp89.375 per kilogram.
 
Baca: Jelang Iduladha, Harga Bawang Merah di Jatim Meroket

Adapun harga bawang merah yang sebelumnya Rp39.333 per kilogram menjadi Rp53.875 per kilogram. Di sisi lain, minyak goreng curah yang sebelumnya Rp16.163 per kilogram menjadi Rp16.538 per kilogram.
 
"(Kenaikan harga) ini saya kira masih cukup wajar dengan adanya permintaan yang naik. Beberapa naiknya cukup drastis seperti cabai dan bawang merah, karena faktor cuaca dan penyakit," ucapnya.
 
Sementara, harga gula pasir pada Mei sebesar Rp14 ribu per kilogram menjadi Rp13.688 per kilogram. Lalu, komoditas bawang putih yang sebelumnya sebesar Rp34.125 per kilogram menjadi Rp33.250 per kilogram.
 
Ia menambahkan stok bahan pangan di Sleman masih aman dan dapat mencukupi kebutuhan. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tak membeli kebutuhan bahan pokok secara berlebihan.
 
"Masyarakat kami imbau jangan belanja berlebihan agar bisa menekan harga. Kalau semua belanjanya berlebihan, pasokannya kurang, otomatis naik (harganya)," ujarnya.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif