Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta Finari Manan.
Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta Finari Manan.

Kepala Bea Cukai Bandara Soetta Bantah Adanya Mafia Impor

Hendrik Simorangkir • 20 Mei 2022 18:36
Tangerang: Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta Finari Manan membantah pihaknya telah melakukan pelanggaran terkait monitoring dan evaluasi (monev). Selain itu, dirinya membantah tudingan yang menyebut pihaknya melindungi PT Sinergi Karya Kharisma (SKK) dari pelanggaran mafia impor.
 
Tudingan itu diberikan oleh Qurnia Ahmad Bukhari yang merupakan terdakwa kasus pemerasan ke perusahaan jasa titipan (PJT) di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, saat persidangan di Pengadilan Tipikor Serang, Banten.
 
"Semua di sini (Bea Cukai Bandara Soetta) kita institusi. Jadi enggak ada itu mafia impor ya. Itu hanya isu aja. Kami melakukan monev, baik di internal maupun di eksternal. Jadi saya tekankan tidak ada mafia impor di sini," ujar Finari saat ditemui di Kantor Bea Cukai Bandara Soetta, Jumat, 20 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Finari menuturkan Bea Cukai Bandara Soetta dengan PT SKK tidak memiliki masalah terkait kepabeanan. Menurutnya, PT SKK itu di bawah pengawasan dari Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta.
 
"Jadi hubungannya biasa-biasa saja, baik-baik saja dengan SKK, dan enggak ada masalah ya," ucap dia.
 
Finari menjelaskan pihaknya tidak hanya melindungi PT SKK saja, melainkan seluruh PJT yang ada di Bandara Soetta. Perlindungan itu dalam artian sebagai bimbingan agar PJT itu semua tetap patuh. 
 
Baca: Imigrasi Bandara Soetta Sebut Fasiltas Penyejuk di Terminal Bukan Otoritasnya
 
"Kok melindungi SKK. Ini perlu diluruskan. Jadi saya tuh memberikan bimbingan kepatuhan, jadi bukan hanya SKK yang dilindungi tapi semua. Tapi jika ada kesalahan yang dilakukan, kami akan melakukan penindakan itu sudah jelas," katanya.
 
Finari menambahkan pihaknya melakukan monev tersebut secara terstruktur. Finari mengatakan ada surat edaran yang sudah disusun sehingga mereka punya panduan.
 
"Kan bisa lihat panduannya, high inventori-nya seperti apa, CCTV-nya bagaimana, sarana prasarananya bagaimana, itu semua sudah kami sampaikan dan SKK termasuk ya sampai sejauh ini ya baik-baik saja tidak ada masalah," jelasnya.
 
Selain itu, Finari membantah terkait tudingan hasil monev PT SKK terdapat pelanggaran. Menurutnya, tidak ada pelanggaran dalam hal monev tetapi ada beberapa yang belum diselesaikan.
 
"Kalau hasil monevnya tidak ada. Bukan pelanggaran, mungkin ada beberapa yang belum diselesaikan. Jadi, jangan cepat menyampaikan itu suatu pelanggaran. Justru fungsinya kita di sini adalah untuk memberikan asistensi, dibina kepada perusahaan-perusahaan supaya mereka itu patuh. Jadi mungkin kalau yang namanya pelanggaran tindak pidana kepabeanan, itu belum ada indikasi ke sana," tuturnya.
 
Sebelumnya, mantan pejabat Bea Cukai Bandara Soetta QAB atau Qurnia Ahmad Bukhari menyebut dirinya dijebak dalam kasus pemerasan ke perusahaan jasa titipan (PJT) di Bandara Soetta. Dia menyebut ada mafia impor di lingkungan bandara di balik kasus korupsi yang menjeratnya.
 
Pernyataan Qurnia disampaikan saat Kepala Bea Cukai Soetta Finari Manan bersaksi pada sidang di Pengadilan Tipikor Serang, Banten, Rabu, 27 April 2022. Qurnia mengatakan selama ini PT SKK sebagai PJT di bandara kerap memberi gratifikasi ke petugas Bea Cukai Soetta.
 
"Jadi selama ini Soni (PT SKK) sudah memberikan gratifikasi ke teman-teman seangkatan Finari Manan, hasil monev menemukan pelanggaran penukaran barang impor di SKK yang berpotensi merugikan negara dari pajak impor dan denda," kata Qurnia.
 
Qurnia meminta pernyataannya itu bisa diusut. Pasalnya, kata Qurnia, ada mafia di Bea Cukai Bandara Soetta.
 
"Saya mohon bisa dikembangkan kasus ini, untuk membongkar sepak terjang mafia di Bea Cukai Bandara Soetta," kata Qurnia.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif