medcom.id, Lembata: Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur menetapkan tanggap darurat gempa di wilayahnya, Kamis 12 Oktober 2017. Pemkab juga mendirikan posko tanggap darurat lantaran meningkatnya gelombang pengungsi dari 10 Desa wilayah Ile Ape dan Ike Ape Timur.
Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur mengatakan, akibat gempa struktur permukaan dengan dominasi batu bolder yang tidak saling mengikat telah rubuh. batu juga menimpa rumah warga dan fasilitas publik.
"Porositas tanah juga tidak kompak sehingga kita merespons reaksi warga yang terus mengungsi dengan mengeluarkan pernyataan bencana," kata Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, Kamis 12 Oktober 2017.
Baca: Gempa di Lembata Rusak Rumah dan Fasilitas Umum
Eliazar bilang, pemerintah saat ini masih berkonsentrasi pada evakuasi warga dan penanganan pengungsi. sehingga urusan rehab rekonstruksi akan dilakukan setelah suasana kembali normal.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Lembata Frans Dangku mengatakan, yang juga posko tanggap darurat dibentuk pemerintah guna memudahkan koordinasi tanggap darurat pengungsi. Para pengungsi gempa berasal dari 10 desa dan tersebar di 5 titik.
"Struktur operasi tanggap darurat Gempa Kabupaten Lembata, dibawah komando Komandan Utama, Sekda Lembata, Petrus Toda Atawolo, Wakil Komandan, Kalak BPBD Lembata, Rafael Betekeneng, Sekretaris, Frans Dangku. Struktur operasi tanggap darurat untuk memperbaiki koordinasi lintas sektor dalam menangani pengungsi, dan bencana gempa," ujar Frans yang juga menjabat Sekretaris Posko Induk Operasi Tanggap Darurat Gempa.
medcom.id, Lembata: Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur menetapkan tanggap darurat gempa di wilayahnya, Kamis 12 Oktober 2017. Pemkab juga mendirikan posko tanggap darurat lantaran meningkatnya gelombang pengungsi dari 10 Desa wilayah Ile Ape dan Ike Ape Timur.
Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur mengatakan, akibat gempa struktur permukaan dengan dominasi batu bolder yang tidak saling mengikat telah rubuh. batu juga menimpa rumah warga dan fasilitas publik.
"Porositas tanah juga tidak kompak sehingga kita merespons reaksi warga yang terus mengungsi dengan mengeluarkan pernyataan bencana," kata Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, Kamis 12 Oktober 2017.
Baca: Gempa di Lembata Rusak Rumah dan Fasilitas Umum
Eliazar bilang, pemerintah saat ini masih berkonsentrasi pada evakuasi warga dan penanganan pengungsi. sehingga urusan rehab rekonstruksi akan dilakukan setelah suasana kembali normal.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Lembata Frans Dangku mengatakan, yang juga posko tanggap darurat dibentuk pemerintah guna memudahkan koordinasi tanggap darurat pengungsi. Para pengungsi gempa berasal dari 10 desa dan tersebar di 5 titik.
"Struktur operasi tanggap darurat Gempa Kabupaten Lembata, dibawah komando Komandan Utama, Sekda Lembata, Petrus Toda Atawolo, Wakil Komandan, Kalak BPBD Lembata, Rafael Betekeneng, Sekretaris, Frans Dangku. Struktur operasi tanggap darurat untuk memperbaiki koordinasi lintas sektor dalam menangani pengungsi, dan bencana gempa," ujar Frans yang juga menjabat Sekretaris Posko Induk Operasi Tanggap Darurat Gempa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ALB)