medcom.id, Jakarta: Sebanyak 274 kabupaten/kota di Indonesia berada di wilayah rawan bencana longsor. Akibatnya, 40,9 juta jiwa dari total penduduk Indonesia yang tersebar di wilayah tersebut juga terancam.
"Terdapat 40,9 juta jiwa atau 17,2 persen dari penduduk Indonesia terpapar oleh bahaya longsor sedang-tinggi berada di wilayah itu," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB Jl. Juanda No. 36, Jakarta, Senin (15/12/2014)
Daerah rawan longsor tersebar di sepanjang Bukit Barisan di Sumatera, Jawa bagian tengah dan selatan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua.
"Semua terpapar dari longsor pada saat musim penghujan," tambahnya
Sementara kemampuan warga untuk menghindar dari bahaya longsor sangat minim. Pasalnya, mereka tinggal di daerah dengan infrastruktur terbatas.
"Sehingga saat terjadi longsor, evakuasi terkendala medan," sambung Sutopo
Untuk diketahui, bencana longsor selama sepuluh tahun terakhir banyak terjadi pada bulan Januari, Februari dan Maret di wilayah di wilayah Wonogori, Bogor dan Wonosobo. Di Banjarnegar sendiri terjadi sebanyak 22 kali artinya rata-rata setahun terjadi 2-3 kali longsor. Peningkatan kejadian mulai tampak pada Oktober lantaran dipengaruhi musim penghujan.
medcom.id, Jakarta: Sebanyak 274 kabupaten/kota di Indonesia berada di wilayah rawan bencana longsor. Akibatnya, 40,9 juta jiwa dari total penduduk Indonesia yang tersebar di wilayah tersebut juga terancam.
"Terdapat 40,9 juta jiwa atau 17,2 persen dari penduduk Indonesia terpapar oleh bahaya longsor sedang-tinggi berada di wilayah itu," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB Jl. Juanda No. 36, Jakarta, Senin (15/12/2014)
Daerah rawan longsor tersebar di sepanjang Bukit Barisan di Sumatera, Jawa bagian tengah dan selatan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua.
"Semua terpapar dari longsor pada saat musim penghujan," tambahnya
Sementara kemampuan warga untuk menghindar dari bahaya longsor sangat minim. Pasalnya, mereka tinggal di daerah dengan infrastruktur terbatas.
"Sehingga saat terjadi longsor, evakuasi terkendala medan," sambung Sutopo
Untuk diketahui, bencana longsor selama sepuluh tahun terakhir banyak terjadi pada bulan Januari, Februari dan Maret di wilayah di wilayah Wonogori, Bogor dan Wonosobo. Di Banjarnegar sendiri terjadi sebanyak 22 kali artinya rata-rata setahun terjadi 2-3 kali longsor. Peningkatan kejadian mulai tampak pada Oktober lantaran dipengaruhi musim penghujan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)