Sungai Troso diduga tercemar limbah pewarna tekstil dari produsen tenun, Kamis, 14 November 2019. Medcom.id/ Rhobi Shani
Sungai Troso diduga tercemar limbah pewarna tekstil dari produsen tenun, Kamis, 14 November 2019. Medcom.id/ Rhobi Shani

Sungai di Jepara Tercemar Limbah Pewarna Tekstil

Rhobi Shani • 14 November 2019 15:00
Jepara: Sungai dan sumur warga Desa Troso Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tercemar pewarna tekstil yang dihasilkan dari industri tenun. Akibatnya air tidak bisa diolah untuk dikonsumsi.
 
Pantauan Medcom.id Kamis siang, 14 November 2019, di salah satu sungai yang melintas di Desa Troso, air yang mengalir ke area persawahan berwarna biru pekat. Tidak hanya di sungai, di selokan yang ada di depan rumah-rumah warga juga berwarna biru.
 
"Kemarin warnanya merah, hari ini seperti ini. Padahal dulu air di sungai ini jernih," kata seorang warga Desa Troso, Ahmad Karomi, warga RT 1/2 Desa Troso.

Karomi menjelaskan kondisi air sungai yang tercemar limbah industri tenun sudah berlangsung lama. Warna air sungai kerap berubah-ubah menyesuaikan warna limbah indutsri tenun dari hasil pewarnaan kain.
 
Karomi kembali mengatakan berubahnya warna air sungai ini disebabkan limbah pewarna tekstil dari produsen tenun Troso yang dibuang tanpa ditampung dahulu melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Terutama produsen-produsen tenun yang berada di sekitar aliran sungai.
 
"Seharusnya kan lewat instalasi pengolahan limbah dulu, atau paling tidak disaring dengan ijuk dan batu dulu," jelas Karomi.
 
Warga lain, Sariah, mengaku terpaksa menutup empat sumur miliknya karena tercemar. Padahal untuk membuat satu sumur menghabiskan uang sekitar Rp1,5 juta.
 
"Yang empat sudah tercemar limbah, terus ya tidak saya gunakan. Saya membuat sumur lagi," kata Sariah.
 
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jepara, Elida Farikha, tak menampik kenyataan itu. Saat ini air sungai yang diduga tercemar limbah pewarna tenun sedang dilakukan pemeriksaan laboratorium . Namun secara kasat mata, cemarannya diduga sudah melebihi baku mutu.
 
"Ini sudah melebihi baku mutu. Kami kemudian akan konsentrasi mengedukasi masyarakat, tentang limbah dan juga sampah yang banyak bertebaran di situ. Desa juga harus turun tangan, tidak hanya DLH,' pungkas Elida.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>