ali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto (tengah) di Balaikota Bogor, Jawa Barat, Senin, 27 Januari 2020. Medcom.id/ Rizky Dewantara
ali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto (tengah) di Balaikota Bogor, Jawa Barat, Senin, 27 Januari 2020. Medcom.id/ Rizky Dewantara

Pemkot Bogor Pantau Pelajar 24 Jam untuk Cegah Tawuran

Nasional tawuran pelajar
Rizky Dewantara • 27 Januari 2020 14:07
Bogor: Pemerintah Kota (Pemkot) Jawa Barat, memperketat pengawasan untuk mencegah tawuran antar pelajar SMA dan SMK yang marak terjadi selama satu pekan terakhir. Pemkot Bogor bekerjasama dengan pihak kepolisian melakukan beberapa langkah untuk mengantisipasi tawuran antar pelajar.
 
"Sistem pengawasan kami lakukan 24 jam, karena sulit diantisipasi tawuran pelajar saat ini," kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, di Balaikota Bogor, Jawa Barat, Senin, 27 Januari 2020.
 
Bima menjelaskan tawuran pelajar di Kota Bogor memiliki pola yang berbeda, tidak seperti pelajar pada umumnya yang melakukan tawuran pada siang dan sore hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Bima para pelajar di Bogor menggunakan Media Sosial (Medsos) untuk menentukan tempat dan waktu bertemu untuk melakukan tawuran. Waktu yang kerap ditentukan para pelajar untuk tawuran antara lain pukul 02:00 WIB hingga 04:00 WIB.
 
"Atas dasar itu kami bentuk tim khusus, yaitu tim cyber bekerjasama dengan Polresta Bogor Kota untuk memantau sosmed para pelajar. Jadi kami akan pantau sosmed pelajar yang digunakan sebagai media komunikasi tawuran," jelas Bima.
 
Sementara Kapolresta Bogor Kota, Komber Hendri Fiuser, menegaskan tingkat tawuran antara pelajar selama dua minggu terakhir di Kota Bogor sangat meresahkan. Tercatat tiga lokasi tawuran antar pelajar terjadi, wilayah Bogor Utara dua lokasi dan Bogor Tengah, total ada enam korban tawuran satu diantaranya meninggal.
 
"Untuk kejadian di wilayah hukum Bogor Utara terjadi pada Selasa, 21 Januari 2020 malam dan Sabtu, 25 Januari 2020 . Akibatnya, empat pelajar SMK terluka masing-masing berinisial ENH (18), luka bagian tangan sebelah kiri, MRH (16), LI (16) luka di pinggang sebelah kanan dan WA (17), luka di pinggang belikat dan tangan sebelah kanan putus," kata Hendri.
 
Menurut Hendri untuk tawuran di wilayah hukum Bogor Tengah, terjadi pada Sabtu dini hari, 25 Januari 2020. Tawuran tersebut menewaskan DA, 17, pelajar salah satu SMA di Kota Bogor dan rekannya JA, 18, terluka parah akibat benda tajam.
 
"Pelaku tawuran di tiga lokasi tersebut sudah kami amankan. Kami sudah amankan 20 pelaku dan saat ini sedang menjalani proses hukum di Polresta Bogor Kota," pungkas Hendri.
 

(DEN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif