Festival Anggran Kabupaten Batang. (Foto: MTVN/M Rodhi Aulia)
Festival Anggran Kabupaten Batang. (Foto: MTVN/M Rodhi Aulia)

Bupati Yoyok Penuhi Tantangan Presiden Jokowi

M Rodhi Aulia • 13 Maret 2016 18:53
medcom.id, Batang: Pemerintahan Jokowi menggelontorkan ratusan juta rupiah ke masing-masing desa di Indonesia sejak 2015. Prinsip akuntabilitas dan transparansi sangat diharapkan dalam penggunaannya.
 
Bupati Batang, Jawa Tengah, Yoyok Riyo Sudibyo menyelenggarakan festival anggaran untuk membuktikan prinsip akuntabilitas dan transparansi anggaran yang diminta Presiden Jokowi berjalan dengan baik.
 
Sebanyak 15 desa (sebelumnya disebut 10 desa) di Batang tidak sungkan membeberkan pendapatan dan penggunaan anggarannya secara detil kepada publik.
 
"Kami membuat booth khusus untuk menyajikan penggunaaan dana desa. Ini pertaruhan luar biasa buat Presiden Jokowi," kata Yoyok dalam sambutannya pada pembukaan Festival Anggaran 2016 di Pendopo Bupati Batang, Minggu (13/3/2016).
 
Sejak 2013, Yoyok berkomitmen menyelenggarakan festival anggaran. Tujuannya agar masyarakat Batang dapat menelusuri penggunaan anggaran.
 
Khusus untuk dana desa, pada 2015 Kabupaten Batang mendapatkan anggaran sebanyak Rp66.579.163.000. Dana itu tersebar di 239 desa dari 15 kecamatan yang ada di Batang.
 
"Rata-rata mendapatkan Rp270 juta. Terendah Rp256 juta dan tertinggi Rp300 juta. Itu sudah tiga kali pencairan selama 2015," kata Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Teknologi Tepat Guna Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Agus Samekto kepada Metrotvnews.com di lokasi.
 
Agus menambahkan, 15 desa percontohan ini dianggap sudah rampung memberikan laporan penggunaan dana desa tahun anggaran 2015. "Mereka tepat waktu dan daerahnya berkembang cukup signifikan," kata dia.
 
Pantauan Metrotvnews.com di lokasi, di dalam stand atau booth masing-masing desa, tampak sejumlah rincian anggaran dana desa. Data itu dipajang di setiap sisi stand, berikut dengan foto-foto pembangunan infrastruktur yang dibiayai dana desa.
 
Aparat desanya pun tidak sungkan menjelaskan program yang berjalan di desanya. Mereka luwes menyampaikan penggunaan anggarannya.
 
"Ini karena perintah bupati. Kami patuh. Bagi kami, sebenarnya lebih enak terbuka. Enggak ada yang curiga. Kalau ada satu, dua orang yang curiga ya wajar. Itu namanya dinamika hidup bermasyarakat," kata Mardiyo, 40, salah seorang perangkat Desa Ngroto, Kecamatan Reban kepada Metrotvnews.com.
 
Dana desa menyesar lima bidang, yaitu: bidang penyelenggaraan pemerintahan desa, bidang pelaksanaan pembangunan desa, bidang pembinaan kemasyarakatan, bidang pemberdayaan masyarakat dan bidang lain-lain atu hal yang tak terduga.
 
Sebagian besar, dana desa masih ditujukan untuk bidang pelaksanaan pembangunan desa. Seperti pembangunan jalan rabat beton, poliklinik desa, dan bak penampung air bersih.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>