Tim Siaga Bencana Kementerian ESDM melalui Badan Geologi membangun 19 titik sumur bor untuk para penyintas gempa bumi di Cianjur. Foto: Branda ANTARA
Tim Siaga Bencana Kementerian ESDM melalui Badan Geologi membangun 19 titik sumur bor untuk para penyintas gempa bumi di Cianjur. Foto: Branda ANTARA

Badan Geologi Bangun 19 Sumur Bor untuk Penyintas Gempa Cianjur

Antara • 30 November 2022 12:25
Cianjur: Tim Siaga Bencana Kementerian ESDM melalui Badan Geologi membangun 19 titik sumur bor untuk para penyintas gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid mengtakan fasilitas air bersih tersebut dapat memberi manfaat bagi korban gempa di daerah tersebut.
 
"Pembangunan sumur bor air bersih dilakukan di 19 titik di lokasi terdampak yang kesulitan mendapatkan air bersih," ujar Wafid, Rabu, 30 November 2022.
 
Ia mengatakan dari 19 titik sumur bor tersebut, tiga titik sudah masuk tahap pengeboran, dua titik akan masuk tahap pengeboran, dan empat titik tahap persiapan dan mobilisasi alat. Lalu, enam titik tahap survei dan empat titik sisanya dialokasikan untuk relokasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengharapkan bantuan sumur bor tersebut dapat meringankan para penyintas gempa terhadap kebutuhan air bersih yang layak konsumsi.
 
Baca: Basarnas Terima Laporan Baru, 8 Orang Hilang Akibat Gempa Cianjur 

"Program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah di lokasi bencana gempa bumi Cianjur diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di daerah sulit air di lokasi bencana," kata Wafid.
 
Berdasarkan pemetaan lokasi yang dilakukan oleh Badan Geologi, kerusakan paling parah terjadi di daerah yang disusun oleh endapan breksi dan lahar Gunung Gede.
 
Secara morfologi, daerah yang mengalami kerusakan pada umumnya dengan morfologi perbukitan bergelombang. Di Kecamatan Cugenang intensitas mencapai VII-VIII Modified Mercalli Intensity (MMI) ditandai dengan kerusakan bangunan yang masif, terutama di Desa Gasol dan Sarampad, serta Cugenang.
 
Guncangan gempa juga memicu terjadinya tanah bergerak di area yang disusun oleh produk gunung api tua (Qvot) yang telah mengalami pelapukan.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 
(NUR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif