Calon pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal diamankan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Tangerang.
Calon pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal diamankan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Tangerang.

19 Pekerja Migran Ilegal Diamankan di Dadap Tangerang

Hendrik Simorangkir • 09 April 2021 16:00
Tangerang: Sebanyak 19 calon pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal diamankan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dari dua kamar di apartemen di kawasan Dadap, Kabupaten Tangerang, pada Kamis, 8 April 2021, sekira pukul 21.00 WIB. Sebanyak 19 orang yang menjadi korban tersebut dijanjikan bekerja sebagai asisten rumah tangga di Irak.
 
"Semua pekerja wanita yang berasal dari berbagai daerah ini tidak dapat menunjukan dokumen penyerta seperti paspor dan visa negara tujuan," ujar Anggota Satgas BP2MI, Didi Mamonto saat dikonfirmasi, Jumat, 9 April 2021.
 
Didi mengatakan, 19 calon PMI ilegal tersebut diduga merupakan korban dari oknum penyalur pekerja migran. Dirinya menambahkan, mereka semua diiming-imingi oleh oknum tersebut pekerjaan dengan gaji yang lumayan besar.

Baca: Sandiaga Minta 3,7 Juta Pekerja Migran Indonesia Jadi Duta Pariwisata
 
"Umumnya para pekerja ini tergiur dengan modus yang dilakukan oknum calo tersebut karena mendapat uang terlebih dahulu senilai Rp10 juta, yang langsung dikirim ke pihak keluarga masing-masing di kampung halamannya," jelasnya.
 
Menurut Didi, calo penyalur tersebut bisa memberikan uang sebesar itu lantaran telah memiliki sponsor dari negara penjamin.
 
"Jadi sudah ada pihak sponsor dari pihak Irak yang telah mengeluarkan uang ke calo untuk diberikan ke calon PMI itu. Artinya ini juga bisa jadi tindak pidana perdagangan orang (TPPO)," ucapnya.
 
Baca: Jemput Tiga Pekerja Migran yang Sakit, Kepala BP2MI Teteskan Air Mata
 
Didi menuturkan, dari 19 calon pekerja migran ini rata-rata telah menempati apartemen selama tiga bulan sebelum pihak oknum penyalur memberangkatkan mereka.
 
"Kesemuanya tidak ada di bawah umur. Jadi mereka diinapkan di dua kamar di satu apartemen. Variatif semua, ada yang sudah tiga bulan bahkan ada orang yang saat digerebek baru datang ke lokasi itu," katanya.
 
Saat ini, pihaknya telah membawa semua calon pekerja migrain ilegal. Mereka diamankan di tempat penampungan BP2MI, untuk diberikan pembinaan.
 
"Iya semuanya kami bawa ke shelter BP2MI di Ciracas, Jakarta Timur untuk dilakukan pendataan dan pembinaan agar tidak kembali terulang terjerat modus yang sama," ucapnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan