medcom.id, Yogyakarta: Guru sekolah menengah atas Akseyna Ahad Dori (Ace), Siti Hajarwati, terkejut dan tidak percaya dengan kematian mantan siswanya beberapa pekan lalu. Menurutnya, Ace anak sopan dan saleh. Tak ada perilaku aneh yang tampak padanya.
"Dia dulu sering pergi ke masjid. Pribadinya juga sederhana walaupun dia anak orang terpandang. Dia rajin, gigih dan ulet. Tapi ambisinya gak berlebihan," ujar Siti yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala Bidang Kurikulum di SMAN 8 Yogyakarta tempat Akseyna menimba ilmu dulu.
Ia menambahkan Ace adalah siswa yang pintar dan berprestasi. "Dia pintar, Rajin dan Ulet. Karena kepintarannya dia berhasil meraih medali perunggu di OSN (Olimpiade Science Nasional) 2012. Prestasinya itu membuat dia bisa diterima di UI Fakultas Biologi tanpa tes," beber dia.
Hal yang sama juga dirasakan oleh guru pembimbing Olimpiade Biologi Ace, Sri Utari. "Dia lolos ke Olimpiade Science Nasional dua kali. Pertama tahun 2010 waktu dia kelas X. Lalu berhasil memperoleh medali perunggu tahun 2011 waktu dia kelas XI. Jarang ada siswa kelas X yang bisa lolos sampai tingkat nasional," terang Sri dengan wajah sedih.
Kenangan membekas yang selalu dikenang oleh Sri adalah ketika Ace meraih Medali Perunggu di OSN 2012. "Waktu dia dapat medali perunggu dia menghampiri saya dan bilang maaf karena hanya bisa dapat perunggu. Di situ saya merasa terharu dan bangga dengan semangat dan kegigihannya," ujar Sri.
Terkait meninggalnya anak didik mereka secara tidak wajar, kedua guru ini meminta agar polisi mengusut dengan jelas penyebab kematian Ace. "Kami harap agar polisi bisa mengusut dan mengungkap penyebab kematian Aksyena sebenar-benarnya. Saya masih ga percaya dengan pemberitaan kalau dia meninggal bunuh diri," tegas Siti Hajarwati.
Akseyna adalah siswa SMAN 8 Yogyakarta tahun 2010-2013. Mayatnya ditemukan mengapung di danau UI pekan lalu dengan wajah lebam dan terikat batako.
medcom.id, Yogyakarta: Guru sekolah menengah atas Akseyna Ahad Dori (Ace), Siti Hajarwati, terkejut dan tidak percaya dengan kematian mantan siswanya beberapa pekan lalu. Menurutnya, Ace anak sopan dan saleh. Tak ada perilaku aneh yang tampak padanya.
"Dia dulu sering pergi ke masjid. Pribadinya juga sederhana walaupun dia anak orang terpandang. Dia rajin, gigih dan ulet. Tapi ambisinya gak berlebihan," ujar Siti yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala Bidang Kurikulum di SMAN 8 Yogyakarta tempat Akseyna menimba ilmu dulu.
Ia menambahkan Ace adalah siswa yang pintar dan berprestasi. "Dia pintar, Rajin dan Ulet. Karena kepintarannya dia berhasil meraih medali perunggu di OSN (Olimpiade Science Nasional) 2012. Prestasinya itu membuat dia bisa diterima di UI Fakultas Biologi tanpa tes," beber dia.
Hal yang sama juga dirasakan oleh guru pembimbing Olimpiade Biologi Ace, Sri Utari. "Dia lolos ke Olimpiade Science Nasional dua kali. Pertama tahun 2010 waktu dia kelas X. Lalu berhasil memperoleh medali perunggu tahun 2011 waktu dia kelas XI. Jarang ada siswa kelas X yang bisa lolos sampai tingkat nasional," terang Sri dengan wajah sedih.
Kenangan membekas yang selalu dikenang oleh Sri adalah ketika Ace meraih Medali Perunggu di OSN 2012. "Waktu dia dapat medali perunggu dia menghampiri saya dan bilang maaf karena hanya bisa dapat perunggu. Di situ saya merasa terharu dan bangga dengan semangat dan kegigihannya," ujar Sri.
Terkait meninggalnya anak didik mereka secara tidak wajar, kedua guru ini meminta agar polisi mengusut dengan jelas penyebab kematian Ace. "Kami harap agar polisi bisa mengusut dan mengungkap penyebab kematian Aksyena sebenar-benarnya. Saya masih ga percaya dengan pemberitaan kalau dia meninggal bunuh diri," tegas Siti Hajarwati.
Akseyna adalah siswa SMAN 8 Yogyakarta tahun 2010-2013. Mayatnya ditemukan mengapung di danau UI pekan lalu dengan wajah lebam dan terikat batako.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)