Padang: Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya mengembangan program Misi Dagang ke sejumlah daerah dan luar negri. Misi Dagang diyakini mampu mendongkrak perekonomian daerah.
Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memimpin gelaran Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Sumatra Barat.
Gelaran pertemuan antara pelaku usaha dan buyer Jawa Timur dan Sumbar tersebut berhasil mencatatkan transaksi Rp231,7 miliar.
Komoditi tertinggi dalam transaksi tersebut adalah pakan ikan dan udang, komoditas cengkeh & tangkai cengkeh, kerja sama peternakan sapi, kerja sama pembangunan perumahan, kerja sama pengembangan porang, benih pertanian, bahan bangunan, makanan ringan, pupuk, jagung, kentang, jahe gajah, sarang walet, ayam potong, dan tulang ikan.
Khofifah mengungkapkan, misi dagang dan investasi menjadi salah satu strategi efektif untuk penguatan koneksitas perdagangan antar daerah baik di dalam maupun luar negeri. Karena itu, sejak pihaknya memimpin Jatim, Sumbar merupakan provinsi ke 32 yang menjadi tujuan Misi Dagang dan Investasi.
Khofifah menambahkan, selama menggelar misi dagang ke berbagai daerah di dalam maupun luar negeri, selalu ada peluang-peluang usaha yang baru. Ia berharap peluang usaha itu bisa bermanfaat untuk provinsi lain yang telah menjalin MoU dengan Jatim.
"Salah satunya saat kami misi dagang di Malaysia pada Desember tahun lalu, mereka membutuhkan kelapa banyak sekali. Nah, kalau dikirim dari Jatim, biayanya pasti akan besar. Jauh lebih hemat bila dikirim dari Sumbar," ujarnya.
Jaringan perdagangan ini yang ikut ditawarkan Khofifah kepada Pemprov Sumbar. Tujuannya, agar perekonomi kedua daerah bisa berkembang dan tumbuh bersama secara inklusif. Serta masyarakat di kedua wilayah semakin sejahtera.
Tidak hanya misi dagang dan investasi, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk penandatanganan MoU G to G (Government to Government) antar OPD di kedua provinsi. Ini menjadi wujud komitmen sinergitas antara Jatim dan Sumbar. Harapannya ada penguatan terutama pada manajemen ASN antara kedua belah pihak, PTSP, dan investasi.
"Kerja sama ini menjadi bagian yang penting bagaimana sinergitas di antara goverment dan pelaku usaha menjadi bagian dari penguatan, tidak sekadar tumbuh tapi tumbuh yang inklusif, tumbuh yang memberikan kesejahteraan ia menurunkan pengangguran," ujar Khofifah.
Padang: Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya mengembangan program Misi Dagang ke sejumlah daerah dan luar negri. Misi Dagang diyakini mampu mendongkrak perekonomian daerah.
Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memimpin gelaran Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Sumatra Barat.
Gelaran pertemuan antara pelaku usaha dan buyer Jawa Timur dan Sumbar tersebut berhasil mencatatkan transaksi Rp231,7 miliar.
Komoditi tertinggi dalam transaksi tersebut adalah pakan ikan dan udang, komoditas cengkeh & tangkai cengkeh, kerja sama peternakan sapi, kerja sama pembangunan perumahan, kerja sama pengembangan porang, benih pertanian, bahan bangunan, makanan ringan, pupuk, jagung, kentang, jahe gajah, sarang walet, ayam potong, dan tulang ikan.
Khofifah mengungkapkan, misi dagang dan investasi menjadi salah satu strategi efektif untuk penguatan koneksitas perdagangan antar daerah baik di dalam maupun luar negeri. Karena itu, sejak pihaknya memimpin Jatim, Sumbar merupakan provinsi ke 32 yang menjadi tujuan Misi Dagang dan Investasi.
Khofifah menambahkan, selama menggelar misi dagang ke berbagai daerah di dalam maupun luar negeri, selalu ada peluang-peluang usaha yang baru. Ia berharap peluang usaha itu bisa bermanfaat untuk provinsi lain yang telah menjalin MoU dengan Jatim.
"Salah satunya saat kami misi dagang di Malaysia pada Desember tahun lalu, mereka membutuhkan kelapa banyak sekali. Nah, kalau dikirim dari Jatim, biayanya pasti akan besar. Jauh lebih hemat bila dikirim dari Sumbar," ujarnya.
Jaringan perdagangan ini yang ikut ditawarkan Khofifah kepada Pemprov Sumbar. Tujuannya, agar perekonomi kedua daerah bisa berkembang dan tumbuh bersama secara inklusif. Serta masyarakat di kedua wilayah semakin sejahtera.
Tidak hanya misi dagang dan investasi, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk penandatanganan MoU G to G (Government to Government) antar OPD di kedua provinsi. Ini menjadi wujud komitmen sinergitas antara Jatim dan Sumbar. Harapannya ada penguatan terutama pada manajemen ASN antara kedua belah pihak, PTSP, dan investasi.
"Kerja sama ini menjadi bagian yang penting bagaimana sinergitas di antara goverment dan pelaku usaha menjadi bagian dari penguatan, tidak sekadar tumbuh tapi tumbuh yang inklusif, tumbuh yang memberikan kesejahteraan ia menurunkan pengangguran," ujar Khofifah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)