Sejumlah petani memanen padi di Kampung Kilasah, Sawah Luhur, Serang, Banten -- ANT/Asep Fathulrahman
Sejumlah petani memanen padi di Kampung Kilasah, Sawah Luhur, Serang, Banten -- ANT/Asep Fathulrahman

Perluasan Areal Persawahan Harus dengan Desain

M Studio • 22 Maret 2016 12:02
medcom.id, Palangkaraya: Rencana pemerintah menargetkan satu juta hektar lahan sawah baru dalam lima tahun ke depan, harus ada Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) dan desain lokasi terlebih dahulu. Selain itu, juga perlu koordinasi yang baik antara Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk merealisasikan target cetak sawah baru.
 
"Saya tidak menginginkan tanpa desain dalam cetak sawah baru, karena itu menyalahi teknis pelaksanaan perluasan sawah," ujar anggota Komisi IV DPR M Nasyit Umar di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (22/3/2016).
 
Politikus Partai Demokrat itu menyatakan, tahu betul teknis memperluas areal persawahan. Sebagai mantan Kepala Dinas PU di Sulawesi Selatan, Nasyit menjelaskan bahwa cetak sawah harus dibarengi dengan pembangunan irigasi atau mencetak sawah pada areal irigasi yang sudah ada untuk dikembangkan.

"Perluasan areal sawah harus mengutamakan areal yang memang sudah beririgasi. Harapannya, kelak masa panen yang tadinya satu kali, bisa dua kali dalam setahun. Hasil produksi tentu jadi meningkat. Bisa dibayangkan, bila target pemerintah satu juta hektar menghasilkan 6 ton, berarti bisa dua kali panen dalam setahun. Berarti pula 2 X 6 juta ton sama dengan 12 juta ton setahun. Ini akan membantu pemerintah untuk mempercepat swasembada beras ke depan," ungkap Nasyit.
 
Nasyit mengaku punya data lengkap berapa banyak areal yang perlu dan potensial untuk dikembangkan menjadi areal persawahan. "Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR pasti juga punya data itu," ujarnya.
 
Anggota DPR Komisi IV itu juga mengaku telah mengingatkan Menteri Pertanian, bahwa untuk perluasan tahun 2016 harus diawasi, disurvei, diukur, kemudian didesain. Berdasarkan itulah cetak sawah dilakukan.
 
"Pada 2015, program cetak sawah baru sebanyak 23 ribu hektar sudah terealisasi yang bekerja sama dengan TNI AD. Kemudian pada 2016, ditargetkan kurang lebih 200 ribu hektar, sepuluh kali lipat dari target 2015. Anggarannya mencapai Rp3,8 triliun. Selama ini, petani memang tak sanggup mencetak sawah baru dengan biaya sendiri. Oleh karena itu, pemerintah menganggarkan biaya cetak sawah di seluruh Indonesia," jelas Nasyit.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(NIN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>