Kondisi ruang kelas sekolah Pulau Telang, Kabupaen Bintan, Provinsi Kepri, rusak parah setelah disapu angin kencang, Ahad (20/11/2022). FOTO ANTARA/Humas BPBD Kepri
Kondisi ruang kelas sekolah Pulau Telang, Kabupaen Bintan, Provinsi Kepri, rusak parah setelah disapu angin kencang, Ahad (20/11/2022). FOTO ANTARA/Humas BPBD Kepri

Angin Kencang Sapu Satu Sekolah dan 5 Rumah di Bintan Kepri

Antara • 20 November 2022 14:40
Bintan: Angin kencang menyapu sejumlah ruangan sekolah dan lima rumah warga di Pulau Telang, Desa Mantang Besar, Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.
 
"Kejadiannya beberapa jam lalu, sangat cepat," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Riau Muhammad Hasbi, di Tanjungpinang, Ahad, 20 November 2022.
 
Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BKG) mencatat kecepatan angin mencapai 30 km/jam. Angin kencang terjadi saat hujan deras mengguyur Bintan dan sekitarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Angin kencang merusak atap dan plafon lima rumah milik Abdul Rasis, Mardianto, Tamrin, Ruslan dan Siti Zaharah. Rumah tersebut berada di tiga lokasi di Pulau Telang.
 
Hasbi memerinci, Abdul Rasis, Mardianto, dan Tamrin masing-masing memiliki dua anggota keluarga, sedangkan Ruslan tiga anggota keluarga. Siti Zaharah tinggal seorang diri di rumahnya.
 
Baca jug: Ribuan Nelayan di Pasaman Barat Tak Melaut karena Cuaca Ekstrem

"Enam orang korban terpaksa mengungsi karena rumahnya rusak parah. Atap rumah dan bagian dalam rumah rusak disapu angin kencang," katanya.
 
Ia mengatakan petugas masih melakukan penilaian terhadap kerusakan dan kerugian para korban. Pemkab Bintan akan  memberikan bantuan untuk para korban, termasuk memperbaiki fasilitas sekolah yang rusak.
 
"Bantuan berupa pemenuhan kebutuhan dasar untuk dasar acuan rencana selanjutnya," kata Muhammad Hasbi.
 
Sebelumnya, prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Kota Tanjungpinang Rizqi Nur Fitriani meminta warga pesisir di Pulau Bintan (Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan) mewaspadai angin puting beliung.
 
"Potensi puting beliung tetap ada, namun untuk menentukan kapan kejadiannya masih sulit karena durasi fenomena yg cukup singkat," ucapnya.
 
Menurut dia, angin kencang selama musim angin utara kerap terjadi. Hujan dengan intensiras sedang dan tinggi yang disertai angin kencang dan petir berasal dari awan comulonimbus.
 
Warga pesisir juga sebaiknya mewaspadai gelombang laut tinggi saat cuaca buruk. Ketinggian gelombang akibat angin kencang yang dipengaruhi oleh adanya pertumbuhan awan comulonimbus di sekitar wilayah tersebut.
 
"Kondisi cuaca saat ini umumnya berawan hingga hujan sedang pada pagi dan dini hari, dan berpotensi hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang pada malam hari. Kondisi ini diprakirakan terjadi hingga lusa," jelas Rizqi Nur Fitriani .
 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 
(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif