ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

Puluhan Sapi di Batu Suspek Penyakit Mulut dan Kuku

Nasional Hewan Ternak penyakit menular sapi jawa tengah
Daviq Umar Al Faruq • 12 Mei 2022 16:26
Batu: Puluhan hewan ternak di Kota Batu, Jawa Timur, dilaporkan suspek atau bergejala penyakit mulut dan kuku (PMK). Berdasarkan catatan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu, ada 37 sapi yang dinyatakan suspek PMK.
 
"Sebanyak enam sapi telah diambil sampelnya dari posisi sewaktu Senin (9 Mei 2022) lalu ada 22 sapi bergejala, kemudian bertambah menjadi 37 sapi, untuk hasil pemeriksaan sampel masih belum tahu," kata Kepala DPKP Kota Batu, Sugeng Pramono, Kamis, 12 Mei 2022.
 
Sugeng mengaku temuan tersebut berada di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Pihaknya mendapat laporan tersebut sejak Sabtu, 7 Mei 2022, dari dokter hewan mandiri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya, temuan itu ditangani Balai Besar Veteriner (BBVET) Wates. Penanganan pertama yang diberikan terhadap 37 sapi suspek PMK ialah dengan memberikann antibiotik, vitamin, dan disenfeksi kandang. 
 
"Mulai tanggal 8 kita lakukan terus ketika ada temuan, kita juga sudah sosialisasikan peternak terkait PMK, karena di Sumbergondo jumlah populasi sapinya sekitar 300 ekor, kemudian penyemprotan disenfektan di kandang ternak juga sudah dilakukan," jelasnya. 
 
Sugeng menambahkan DPKP Kota Batu saat ini telah mendirikan posko khusus untuk penanganan wabah PMK di Desa Sumbergondo. Selain itu, di wilayah tersebut dilakukan pembatasan keluar-masuk hewan ternak. 
 
Baca: Akademisi UB Imbau Masyarakat Tak Perlu Khawatir dengan Wabah PMK
 
"Selain itu, kita juga melibatkan banyak pihak untuk penanganan terkait dugaan adanya wabah PMK, terus berkoordinasi dengan BBVET Wates, dengan Dinas Peternakan Jawa Timur, Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu," beber dia.
 
Sugeng mengimbau masyarakat tidak panik dengan adanya wabah PMK di Kota Batu. Begitu juga dengan peredaran daging dan susu sapi. Sebab, bila daging dan susu telah dimasak dan diproduksi dengan sempurna, masih diperbolehkan dikonsumsi. 
 
"Jadi wabah PMK bukan zoonosis yang bisa ditularkan kepada manusia, tidak seperti itu, tetap bisa dikonsumsi dagingnya, susunya, tetapi harus melalui proses pemasakan," tegas dia.
 
Ia juga mengimbau apabila peternak menemukan sapi miliknya bergejala PMK agar segera melapor ke DPKP Kota Batu. Sehingga DPKP bisa dengan segera melakukan penanganan dan mengirimkan dokter hewan.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif