Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto dan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Komang Suartana, saat memperlihatkan barang bukti, di Mapolresta Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 18 April 2022. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto dan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Komang Suartana, saat memperlihatkan barang bukti, di Mapolresta Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 18 April 2022. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.

Penembak Pegawai Dishub Makassar Beli Revolver dari Jaringan Teroris

Nasional penembakan Teroris Kasus Pembunuhan Makassar
Muhammad Syawaluddin • 18 April 2022 18:58
Makassar: Jajaran Polrestabes Makassar menerima hasil uji balistik senjata api yang digunakan pelaku penembakan pegawai Dishub Kota Makassar. Senjata api jenis revolver itu dibeli dari jaringan teroris. 
 
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto mengatakan setelah memeriksa pelaku penembakan, pihaknya berhasil melacak asal mula senjata api pabrikan itu. 
 
"Ia (eksekutor) mendapat atau membeli senpi dari online. Setelah dicek itu merupakan jaringan teroris," kata Budhi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 18 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan pelaku tidak mengetahui bahwa yang menjual senjata api itu jaringan teroris. Pelaku SU hanya mencari di media sosial lalu membeli. 
 
"Pemilik senjata ini beli dengan online awalnya, pemilik senjata (eksekutor) ini tidak tahu tapi setelah kita dalami ternyata jaringan teroris," tegasnya. 
 
Baca: Pembunuhan Pegawai Dishub Makassar Dilatari Cinta Segitiga
 
Pihaknya pun saat ini masih enggan berkomentar banyak terkait jaringan teroris yang dimaksud. Hal itu masih didalami lagi.
 
Penembakan terhadap pegawai Dishub Kota Makassar, Najamuddin Sewang, terjadi pada Minggu, 3 April 2022 lalu. Saat itu korban melintas sedang di Jalan Danau Tanjung Bunga, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. 
 
Tiba-tiba pengendara sepeda motor dengan kecepatan tinggi melintas di sebelah kanan korban. Korban kemudian oleng ke kanan dan jatuh bersama dengan sepeda motor yang dikendarai. Beberapa orang pun datang saat melihat NS jatuh. 
 
Korban pun dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit setelah dibawa oleh masyarakat sekitar. Polisi yang menyelidiki kasus ini menetapkan lima orang tersangka salah satunya adalah Kasatpol PP Makassar dan seorang oknum polisi. 
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif