Bus pariwisata PO City Trans Utama mengalami kecelakaan tunggal dan masuk ke dalam jurang di Desa Cirendeu, Tasikmalaya. (MI/Kristiadi)
Bus pariwisata PO City Trans Utama mengalami kecelakaan tunggal dan masuk ke dalam jurang di Desa Cirendeu, Tasikmalaya. (MI/Kristiadi)

Mengantuk, Sopir Bus Pariwisata Maut Masuk Jurang di Tasikmalaya Ditetapkan Tersangka

Media Indonesia • 27 Juni 2022 14:58
Tasikmalaya: Sopir bus pariwisata PO City Trans Utama (CTU) Dedi Kurnia Ilahi, 59, warga Jatinangor, Kabupaten Sumedang, ditetapkan sebagai tersangka dalam kecelakaan tunggal di Jalan Raya Rajapolah, Kampung Cirendeu, Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. 
 
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan mengatakan, kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Nasional III pada Sabtu, 25 Juni kemarin sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Sopir telah ditetapkan menjadi tersangka dan kini ditahan di Polres Tasikmalaya Kota.
 
"Kami sudah melakukan gelar perkara terkait kejadian bus Pariwisata PO City Trans Utama dan supir telah ditetapkan menjadi tersangka. Karena pengemudi adanya unsur kesengajaan dan memaksakan diri hingga menyebabkan empat orang meninggal dunia, salah satunya baru ditemukan tertimbun longsoran berada di lokasi kejadian," katanya, Senin, 27 Juni 2022.
 
Baca: Korban Hilang Kecelakaan Bus Maut di Tasikmalaya Ditemukan Meninggal

Bus pariwisata PO City Trans Utama mengalami kecelakaan tunggal masuk ke jurang sedalam 10 meter dan menyebabkan empat orang penumpang meninggal. Korban terakhir yang sempat hilang atas naam Siti Munawaroh, 30, langsung dibawa keluarganya ke Sumedang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketika kejadian itu terjadi supir bus pariwisata PO City Trans Utama (CTU) sudan diamankan dan kondisinya selamat meski mengalami itu hanya luka ringan. Namun, setelah melakukan pemeriksaan secara maraton memang supir dalam kondisi mengantuk hingga kendaraan yang dikemudikanya tidak bisa mengendalikan ke arah kanan jalan dan masuk jurang sebelah kiri jalan hingga tiga penumpang meninggal dunia," ujarnya.
 
Atas kejadian tersebut, supir bus pariwisata PO City Trans Utama (CTU) dikenakan pasal 311 Undang-Undang Nomer 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan dengan ancaman  hukuman 15 tahun penjara. 
 
Sebelummya, sebuah bus pariwisata PO City Trans Utama nomer polisi B 7701 TGA yang dikendarai oleh Dedi Kurnia, warga Jatinangor, mengalami kecelakaan tunggal di Kampung Cirendeu, Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. 
 
Bus Pariwisata PO City Trans Utama (CTU) itu membawa rombongan keluarga guru SDN Sayang, Jatinangor, Sumedang berjumlah 62 orang dan menyebabkan tiga empat meninggal dunia hingga puluhan korban lain mengalami luka-luka.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif