ChildFund menandatangani kerjasama dengan Kemendikbudristek terkait pengembangan soft skills di Magelang. ist
ChildFund menandatangani kerjasama dengan Kemendikbudristek terkait pengembangan soft skills di Magelang. ist

ChildFund dan Kemendikbudristek Inisiasi Program Pengembangan Soft Skills

Adri Prima • 22 Mei 2022 21:09
Magelang: Keterampilan teknis merupakan modal bagi generasi muda saat memasuki dunia kerja dan dunia bisnis. Namun, sayangnya pendidikan keterampilan teknis (soft skills) di sekolah kejuruan dan politeknik belum dilakukan secara terstruktur dan masif. 
 
Melihat kondisi tersebut, ChildFund International di Indonesia berinisiatif menjadi pionir integrasi keterampilan nonteknis ke dalam pendidikan vokasi lewat penandatanganan kesepakatan kerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset & Teknologi (Kemendikbudristek) yang berlangsung di Magelang, Jumat, 20 Mei 2022.
 
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto berharap kerjasama dengan ChildFund dapat berkontribusi pada pengembangan kemampuan nonteknis kecakapan hidup dan kesiapan kerja. Ia percaya keterampilan nonteknis merupakan hal paling penting yang dibutuhkan dunia kerja dan industri.

Modul kecakapan hidup dan kesiapan kerja


Sebagai lembaga pembangunan internasinal yang fokus pada anak dan generasi muda usia 0-24 tahun, ChildFund berupaya meningkatkan kualitas orang muda melalui program Enhancing & Empowering Youth (Energy). Salah satunya melalui pengembangan modul kecakapan hidup dan kesiapan kerja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Modul ini menyediakan pengetahuan dan keterampilan yang komprehensif untuk meningkatkan kepercayaan diri bagi orang muda untuk memasuki dunia kerja dan usaha. Beberapa komponan penting di dalam modul ini di antaranya literasi keuangan, komunikasi, kesetaraan gender, kesehatan reproduksi dan konsep perlindungan anak," ujar Youth Development Specialist ChildFund di Indonesia, Meinrad Indra Cahya dalam keterangan resminya.
 
Selain melalui pembelajaran tatap muka, ChildFund juga melakukan langkah digitalisasi sehingga materi keterampilan nonteknis ini juga dapat digunakan dalam pembelajaran daring.
 
Sejak tahun 2021 ChildFund bermitra dengan SMKN 1 Pringapus dalam mengintegrasikan modul keterampilan nonteknis ke dalam kurikulum pendidikan vokasi. Dengan materi yang berjenjang, terstuktur dan berkesinambungan, modul ini akan disampaikan kepada siswa kelas 10 hingga 12.
 
"Implementasi pembelajaran keterampilan nonteknis ini membuat para siswa terarah sejak awal, apa tujuan mereka dan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Para siswa dilatih untuk mengenal potensi dirinya," beber Niken Ritmayanti, salah seorang guru SMKN 1 Pringapus.
 
Lebih lanjut, Meinrad menyatakan keterampilan nonteknis merupakan salah satu komponen terpenting untuk menjembatani link and match dengan dunia industri. Sementara, dunia pendidikan vokasi saat ini lebih didominasi oleh keterampilan teknis (hard skills).
 
(PRI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif