Sejumlah pengendara melintasi Jalan Boyolali-Magelang dengan berlatar belakang Gunung Merapi di Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (8/11/2020). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.)
Sejumlah pengendara melintasi Jalan Boyolali-Magelang dengan berlatar belakang Gunung Merapi di Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (8/11/2020). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.)

Merapi Mengeluarkan Guguran Lava Sejauh 700 Meter

Nasional gunung merapi erupsi gunung
Antara • 11 November 2020 10:15
Yogyakarta: Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, mengeluarkan guguran lava pada Rabu pagi, 11 November 2020, dengan jarak luncur 700 meter ke arah Kali Senowo.
 
Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyatakan guguran lava itu tercatat keluar dari Gunung Merapi pada pukul 3.58 WIB, 4.04 WIB, dan 5.13 WIB. Namun secara visual hanya terpantau satu kali dari Pos Babadan selama periode pengamatan pukul 00:00-06:00 WIB.
 
"Suara guguran terdengar tiga kali dan teramati satu kali dari Babadan arah Kali Senowo jarak 700 meter," kata dia, melansir Antara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Volume Magma Gunung Merapi Disebut Melebihi Erupsi 2006
 
Selain guguran lava, BPPTKG juga mencatat 13 kali gempa guguran di gunung itu dengan amplitudo 3-48 mm dan durasi 12-83 detik, tujuh gempa hembusan dengan amplitudo 3-7 mm dan durasi 12-21 detik, 79 gempa fase banyak dengan amplitudo 2-24 mm dan durasi 7-12 detik, serta enam kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 46-70 mm dan durasi 13-25 detik.
 
Sementara itu, hasil pengamatan visual menunjukkan asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dengan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.
 
Cuaca di gunung itu cerah berawan dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat. Suhu udara 15-20 derajat celsius, kelembaban udara 60-95 persen, dan tekanan udara 569-689 mmHg.
 
Baca juga:Kabupaten Bekasi Akan Bangun Museum KH Noer Ali
 
BPPTKG telah menaikkan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Untuk penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB (kawasan rawan bencana) III direkomendasikan untuk dihentikan.
 
BPPTKG meminta pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III, termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi.
 
Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istinewa Yogyakarta; Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, juga diminta mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan upaya mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi yang bisa terjadi setiap saat.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif