Foto udara memperlihatkan panjang ruas Jl Raya Gubeng yang ambles mencapai 30 meter. (Foto: Antara Foto/Didik Suhartono)
Foto udara memperlihatkan panjang ruas Jl Raya Gubeng yang ambles mencapai 30 meter. (Foto: Antara Foto/Didik Suhartono)

Saksi Sebut Proyek di Jalan Gubeng Tak Layak Dilanjutkan

Nasional jalan ambles Jalan Gubeng Ambles
Syaikhul Hadi • 10 Oktober 2019 15:34
Surabaya: Pemilik CV Testana Engineering Sugeng Setiawan menyebut proyek pembangunan basement di sisi Jalan Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, tak layak dilanjutkan. Hal itu dia ungkapkan saat bersaksi dalam kasus perkara amblesnya Jalan Gubeng, Kamis, 10 Oktober 2019.
 
Kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya dan jaksa penuntut umum (JPU), Sugeng mengatakan dia bertugas mengecek kekuatan tanah. Pengerjaan dilakukan dengan pemasangan 12 soldier pile dan empat titik bor.
 
"Hasil analisis kami memang tanah di lokasi ada lapisan pasir sebagian, tapi di bawah cukup kuat. Kami mengerjakan proyek fase pertama 70x70 meter persegi," kata Sugeng.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lantaran mengandung pasir, Sugeng menyebut proyek tak layak dilanjutkan. Sebab, pondasi pembangunan basement dinilai tak kuat sehingga perlu ada pembuatan satu lapisan khusus di bawah.
 
Ia juga mengungkapkan semestinya ada peninjauan kandungan air dalam tanah sebelum proyek pembangunan basement dilakukan. Saat memeriksa kekuatan tanah, ia mengaku melihat rembesan air cukup deras di sekitar lokasi yang berdekatan dengan sungai Kayoon dan jalur air tanah masyarakat.
 
"Debit air ini cukup penting diperhatikan. Saya buktikan air cepat penuh saat bordier diangkat. Karena itu di akhir laporan saya menyarankan untuk dilakukan penanganan debit air," lanjut dia.
 
Disinggung soal izin pengerjaan proyek, Sugeng mengatakan hal itu bukan kewenangan pihaknya. CV Testana Engineering, kata dia, hanya bertugas melakukan pemeriksaan kekuatan tanah di lokasi.
 
"Soal izin itu urusan internal PT Saputra Karya dan Pemkot Surabaya. Saya hanya menerima pekerjaan, saya percaya itu sudah beres," tegasnya.
 
Sebagian Jalan Raya Gubeng, Surabaya, ambles sedalam kurang lebih 10 meter pada 17 Desember 2018 akibat aktivtas proyek pengembangan rumah sakit Siloam Surabaya. Selain mematahkan jaringan pipa saluran air, amblesnya jalan juga merusak jaringan kabel dan fasilitas umum yang ada di atasnya, serta merusak halaman kantor bank BUMN dan sebuah toko busana.
 
Jalan raya arteri tersebut sempat ditutup total selama 10 hari untuk kepentingan penyelidikan, dan proses pengurukan serta normalisasi. Jalan Raya Gubeng kembali bisa dilewati pada 27 Desember 2018.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif