Sejumlah warga beraktivitas menambang pasir di lereng gunung Merapi, Tlogowatu, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (7/9/2019). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Sejumlah warga beraktivitas menambang pasir di lereng gunung Merapi, Tlogowatu, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (7/9/2019). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Kamera Pengawas Merapi Rusak Akibat Erupsi

Nasional gunung merapi gunung meletus
Ahmad Mustaqim • 14 Oktober 2019 20:43
Yogyakarta: Salah satu kamera pengawas aktivitas Gunung Merapi rusak akibat erupsi yang terjadi pada Senin, 14 Oktober 2019, sekitar pukul 16.31 WIB. Meski rusak, pihak berwenang memastikan pemantauan aktivitas gunung berapi ini akan tetap normal.
 
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida mengatakan letusan dengan tinggi kolom tiga kilometer dengan durasi 270 detik ini menganai kamera pengawas di dekat bibir kawan. Ia menduga, kerusakan kamera itu akibat terjangan material erupsi.
 
"Ya ini kayaknya tadi, karena kamera di bibir kawah. Kemungkinan ini kena kamera kita, tapi yang di sisi lainmasih ada," kata Hanik di Yogyakarta pada Senin, 14 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menegaskan hanya satu kamera pengawas yang rusak akibat erupsi tadi. Ia menyatakan pengawasan gunung Merapi tidak terganggu karena masih ada sejumlah kamera pengawas di titik lain.
 
"Kan masih banyak (kamera pengawas), yang di Pasar Bubrah masih ada, yang di Pusung London juga masih ada. Di jarak 600 meter masih jalan, jadi nggak masalah," kata dia.
 
Ia menjelaskan, material erupsi yang terjadi hari ini melontar di berbagai arah. Ia memperkirakan, ada material abu vulkanik hingga jarak maksimal 25 kilometer meski sangat tipis.
 
Arah abu vulkanik terbawa angin dominan di kawasan barat atau Magelang, Jawa Tengah. Selain itu, ada pula sisi barat daya dan barat laut.
 
"Kebetulan kalau arah awan panasnya ke mana, itu tidak bisa terlihat secara visual, tapi kalau dilihat dari durasinya itu tidak lebih dari tiga kilometer," ungkapnya.
 
Menurut dia, penyebab erupsi yang terjadi hari ini karena akumulasi gas yang cukup besar. Situasi ini terjadi hampir sama seperti beberapa waktu sebelumnya.
 
Ia menambahkan, Gunung Merapi masih dalam status waspada saat ini. Jarak aman aktivitas manusia masih tiga kilometer dari puncak.
 
"Dimohon masyarakat tidak panik, tidak mengikuti berita-berita yang kurang tepat. Tolong ikuti terus berita dari kami. Kami akan memberikan informasi secara terus-menerus kepada masyarakat," jelasnya.
 

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif