Alat berat diturunkan untuk menyingkirkan material longsor dan memadatkan tanah di jalur perlintasan KA Pangrango jurusan Sukabumi-Bogor tepatnya di Kampung Cicewol, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jabar. (ANTARA/Aditya Rohman)
Alat berat diturunkan untuk menyingkirkan material longsor dan memadatkan tanah di jalur perlintasan KA Pangrango jurusan Sukabumi-Bogor tepatnya di Kampung Cicewol, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jabar. (ANTARA/Aditya Rohman)

Dua Kecamatan di Sukabumi Diterjang Banjir dan Longsor

Nasional bencana banjir Longsor Sukabumi
Antara • 02 Januari 2020 13:38
Sukabumi: Hujan deras yang turun sepanjang hari di awal 2020, membuat dua kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, banjir dan longsor.
 
"Dua kecamatan yang diterjang bencana tersebut yakni Kecamatan Caringin dan Kabandungan yang hingga kini petugas kami masih bersiaga di lokasi," kata Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, melansir Antara, Kamis, 2 Januari 2019.
 
Adapun wilayah yang dilanda banjir yakni Kampung Bojong RT 01 RW 10, Desa Seuseupan, Kecamatan Caringin, yang disebabkan tanggul penahan air sungai jebol. Akibatnya air meluap merusak lahan pertanian, namun tidak sampai ke permukiman warga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian untuk bencana tanah longsor di Kampung Lemburtegal RT 01 RW03, Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, menyebabkan jalan desa tertutup material longsor dan satu rumah milik warga yang dihuni tiga jiwa tertimbun.
 
Longsor juga terjadi di Kampung Cikurutug, RT 01 RW 01, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, mengakibatkan satu unit rumah berukuran 8x6 meter yang dihuni empat jiwa tertimbun tanah. Seluruh korban bencana tanah longsor sudah dievakuasi dan diungsikan ke rumah sanak keluarganya.
 
"Tidak ada korban jiwa pada bencana yang terjadi di dua kecamatan tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri dan relawan masih bergotong royong untuk membersihkan puing rumah yang rusak," tambahnya.
 
Daeng mengimba warga dengan kondisi cuaca yang ekstrem seperti curah hujan yang tinggi dalam tiga hari terakhir ini agar selalu waspada. Hujan bisa berpotensi terjadi bencana seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan lainnya.
 
Selain itu, pihaknya juga sudah menyiagakan petugas di daerah tugas masing-masing untuk melakukan pemantauan dan segera melaporkan jika terjadi bencana sekecil apa pun agar bisa ditanggulangi dengan cepat untuk meminimalisasi dampak.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif