Presiden ke-6 RI Susilo  Bambang Yudhoyono menabur bunga di makam mertuanya, Hajah Sunarti Sri Hadiyah Sarwo Edhie Wibowo, usai pemakaman, Selasa (21/9/2021). ANTARA/Heru Suyitno
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menabur bunga di makam mertuanya, Hajah Sunarti Sri Hadiyah Sarwo Edhie Wibowo, usai pemakaman, Selasa (21/9/2021). ANTARA/Heru Suyitno

Kenangan SBY Bersama Mendiang Ibu Mertua

Nasional Obituari sby
Antara • 21 September 2021 15:36
Purworejo: Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono menilai almarhum mertuanya, Sunarti Sri Hadiyah Sarwo Edhie Wibowo (Ibu Ageng), menjadi contoh teladan istri seorang prajurit. Almarhumah memiliki ketangguhan dan ketegaran.
 
"Keluarga besar mencatat dalam sejarah perjalanan hidup almarhum Sarwo Edhie Wibowo dan almarhumah Sunarti Sri Hadiyah yang oleh kami dinilai memberikan contoh nyata dalam kehidupan," kata SBY di Purworejo, Selasa, 21 Septemebr 2021.
 
Ia menyampaikan hal tersebut saat pemakaman jenazah Sunarti Sri Hadiyah di pemakaman keluarga di Kampung Ngupasan, Kelurahan Pangenjurutengah, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


SBY mengatakan Sunarti Sri Hadiyah dan Jenderal TNI Purnawirawan Sarwo Edhie Wibowo
mewariskan nilai-nilai dan karakter yang dimilikinya yang tangguh, tabah, memilih jalan lurus, dan rela berkorban.
 
Baca: Ibu Mertua SBY Dimakamkan di Purworejo
 
Ia menjelaskan puluhan tahun almarhumah menjadi istri prajurit. Berbagai tantangan yang dihadapi, jauh dari kemudahan, ekonomi keluarga pas-pasan tetapi seraya mengasuh, mendidik, dan membesarkan tujuh putra-putrinya. Almarhumah telah menjadi contoh, bagaimana seorang istri prajurit memiliki ketangguhan, ketegaran, dan semua sifat-sifat yang mulia.
 
"Saya kira karakter dan nilai-nilai itu akan senantiasa diperlukan oleh bangsa ini sampai kapan pun. Nilai kehidupan yang diwariskan oleh Sarwo Edhie Wibowo dan Ibu Ageng ternyata bagi keluarga besar memberikan manfaat yang sangat tinggi," katanya.
 
SBY menyampaikanbanyak putra putri pasangan Sarwo Edhie Wibowo dan Sunarti yang kemudian menjadi prajurit atau memulai karier dari dunia keprajuritan atau menjadi istri prajurit.
 
"Saya kira nilai-nilai yang diwariskan oleh kedua orang tua kami ini yang tangguh dalam perjuangan cinta Tanah Air, berpihak pada kebenaran dan keadilan adalah nilai-nilai luhur yang insyaallah di negeri tercinta ini lebih banyak lagi darah keprajuritan darah patriotisme dan darah kebangsaan yang dimiliki oleh kita semua," katanya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif