Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan saat merilis kasus pencabulan anak laki-laki di bawah umur, di Mapolda Jatim di Surabaya. (Medcom.id/Amal)
Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan saat merilis kasus pencabulan anak laki-laki di bawah umur, di Mapolda Jatim di Surabaya. (Medcom.id/Amal)

Cabuli 3 Bocah, Eks Guru Honorer Ditangkap

Nasional pencabulan
Amaluddin • 20 Februari 2020 13:39
Surabaya: Mantan guru honorer, Hendri Mufidah, 32, ditangkap Polda Jawa Timur. Hendri ditangkap lantaran mencabuli tiga bocah laki-laki.
 
"Penangkapan ini merupakan pengembangan jaringan Igata (Ikatan Gay Tulungagung) beberapa waktu lalu," kata Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan, di Surabaya, Jatim, Kamis, 20 Februari 2020.
 
Luki mengatakan penangkapan Hendri berdasarkan laporan korban. Pihaknya kemudian melakukan penyelidikan, dan diketahui, Hendri berada di jaringan Igata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perbuatan Hendri dilakukan sekitar 2018. Hendri merayu korbannya dengan imbalan uang Rp150-Rp200 ribu," jelasnya.
 
Jenderal bintang dua itu menerangkan jaringan Igata biasa merekrut korbannya lewat media sosial. Dia memastikan menindak tegas pelaku cabul terhadap anak.
 
"Imbas dari perbuatan tersebut berpengaruh pada psikologis anak. Untuk itu perlu kita selamatkan putra putri kita, generasi penerus bangsa," jelasnya.
 
Sementara itu, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait, mengaku prihatin maraknya kasus serupa yang menimpa anak. Aris berharap seluruh pihak khususnya kepolisian melindungi para generasi penerus bangsa.
 
"Saya prihatin dengan kejadian penganiayaan maupun pencabulan yang terjadi di wilayah Tulungagung," ujar Arist.
 
Polda Jawa Timur telah menangkap Ketua Igata, M Hasan, 41, warga Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Hasan diduga mencabuli 11 anak laki-laki.
 
Pelaku membujuk anak-anak dengan imbalan uang mulai Rp150-Rp250 ribu. Tersangka memiliki kedai kopi yang sengaja digunakan menjaring korban.
 
"Anak-anak yang datang dan nongkrong di tempat itu, kemudian dibawa ke rumah tersangka. Di sana dia melakukan pencabulan terhadap korban," jelas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Kombes Pitra Andrias Ratulangie, di Mapolda Jatim, Senin, 20 Januari 2020.
 
Tersangka dijerat Pasal 82 UU RI No.17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan pidana minimal lima tahun penjara, dan maksimal 15 tahun penjara, dan denda paling banyak Rp5 miliar.
 

(LDS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif