Petugas memeriksa kondisi patung batu di kawasan wisata Batu Mahpar, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Adeng Bustomi)
Petugas memeriksa kondisi patung batu di kawasan wisata Batu Mahpar, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Adeng Bustomi)

Temuan Diduga Arca di Tasikmalaya Dinilai Janggal

Nasional cagar budaya
Kristiadi • 12 Februari 2020 13:40
Tasikmalaya: Temuan patung Ganesha, manusia kerdil, monyet, dan janin bayi disebut mirip arca di Kampung Tegal Munding, Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dinilai janggal. Penggalian masih dilakukan oleh warga dan pengelola kawasan objek wisata batu Mahpar.
 
"Untuk mengetahui nilai sejarah sebuah benda harus dilihat langsung dari bahan dan bentuk benda, tetapi jika melihat patung tersebut itu terbuat dari batu cadas atau batu pasir yang sangat mudah untuk diubah bentuknya. Kami juga tetap akan memastikan temuan dengan datang ke lokasi penemuan untuk diteliti lebih lanjut, tapi kalau dilihat bahan mudah sekali diubah bentuknya," kata Salah seorang arkeolog Balai Arkeologi Jawa Barat, Lutfi Yondri, Rabu, 12 Februari 2020.
 
Lutfi mengatakan puluhan patung diduga arca yang ditemukan di kawasan objek wisata batu Mahpar ada kejanggalan. Dia menerangkan patung yang ditemukan tak sesuai fakta sejarah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, lanjut dia, temuan patung di lokasi objek wisata cukup menarik. Tapi, terang dia, patung yang ditemukan tersebut sangat mudah diubah bentuknya dan jelas berbeda zaman jika dikaitkan dengan ilmu arkeologi.
 
"Dalam masanya, kedua patung jenis manusia dan Ganesha memiliki fungsi yang berbeda pada masing-masing zaman. Patung manusia seperti itu digunakan untuk pemujaan arwah leluhur dan patung Ganesha termasuk untuk pemujaan masa agama Hindu, jika ditemukan patung itu dalam satu lokasi yang berdekatan jelas ini telah terjadi sebuah kesalahan baik dalam waktu maupun masa budaya," ujarnya.
 
Dia menerangkan temuan patung di kawasan objek wisata batu Mahpar belum lama dibuat untuk kepeningan pariwisata. Namun, sesuai ilmu arkeologi pada sejarah Sunda terdapat peninggalan patung tapi tidak sesuai dengan ciri di Tasikmalaya, berlokasi dekat Gunung Galunggung yang merupakan bagian sejarah peradaban Sunda.
 
"Jika dikaitkan dengan sejarah kerajaan Sunda dan Galuh juga peninggalannya tidak sama, karena kepercayaannya sudah sendiri kala itu. Penemuan puluhan patung batu di kawasan tersebut dinilainya terbuat dari cadas, namun kami tetap akan memastikan dengan turun ke lokasi untuk dilakukan penelitian," paparnya.
 

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif