Ilustrasi aktivitas di dalam mal Foto: MI/Susanto
Ilustrasi aktivitas di dalam mal Foto: MI/Susanto

2 Mal di Surabaya Jadi Klaster Penyebaran Covid-19

Nasional Virus Korona
Amaluddin • 12 Mei 2020 18:10
Surabaya: Klaster penyebaran virus korona (covid-19) di Jawa Timur tidak hanya terjadi di pasar. Covid-19 mulai menyebar ke pusat perbelanjaan seperti Tunjungan Plaza dan Pakuwon Mal di Kota Surabaya.
 
Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Jatim, Klaster Pakuwon Mal Surabaya jadi klaster keempat di Surabaya, dengan jumlah empat kasus positif covid-19. Kemudian satu klaster dengan sembilan kasus positif covid-19 juga terjadi di Tunjungan Plaza.
 
Klaster mal itu telah diumumkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) beberapa waktu lalu. Namun, Tim Gugus Tugas Covid-19 baik Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya, belum pernah mengumumkan sejak merebaknya covid-19 di Jatim. Data ini baru dipublikasikan pada Minggu kemarin oleh Pemprov Jatim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikonfirmasi perihal tersebut, Direktur Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi, membantah adanya klaster penularan covid-19 di Pakuwon Mall dan Tunjungan Plaza (TP). "Tidak pernah ada kasus covid-19 di Pakuwon Mall dan Tunjungan Plaza. Sama sekali tidak pernah. Jadi kalau disebut klaster, saya protes," kata Sutandi, Selasa, 12 Mei 2020.
 
Meski demikian, Sutandi mengakui pernah mendpat kabar di media sosial soal kasus covid-19, berkaitan dengan Pakuwon Group. Namun, Sutandi menyatakan enggan berkomentar, karena tidak ada klarifikasi dari pihak terkait.
 
"Tapi itu sudah terjadi lama sekali, dulu pada awal-awal sekitar Maret. Tapi kenapa data klaster ini baru dibuka sekarang?," katanya.
 
Sutandi khawatirkan hal ini berdampak tehadap kunjungan kedua mal itu. "Karena kalau penyebutan Klaster Pakuwon Mall, artinya kasusnya terjadi di Pakuwon Mall, itu yang harus diklarifikasi. Kenapa enggak dibuka sekalian, siapa korbannya. Itu jelas sangat merugikan kami. Begitu juga yang di TP. Wong di TP enggak ada kok," kata Sutandi.
 
Menanggapi perihal tersebut, Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, memasikan klaster mal di Surabaya masuk dalam 57 daftar klaster di Jatim. Menurut Emil, data klaster Tim Tracing Gugus Tugas Covid-19 Jatim benar adanya.
 
"Kami tahu ini (klaster mal) ada keberatan dari pengelolanya. Tetapi kami ingin sampaikan dan memastikan bahwa informasi ini benar, clear, detail, dan ilmiah," jelasnya.
 
Terkait klaster mal ini, Emil tidak menjelaskan lebih lanjut, apakah Pemprov Jatim akan merekomendasi Pemkot Surabaya untuk menutup mal tersebut, selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini. Mengingat sampai saat ini kedua mal itu tetap beroperasi.
 
"Pemkot surabaya adalah pihak yang tentunya paling di garda terdepan, dalam menerapkan hal-hal yang ada di wilayah Surabaya (kewenangan Pemkot Surabaya)," jelas Emil.
 

(WHS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif