Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tangerang Liza Puspa Dewi. (Foto: Medcom.id/Hendrik)
Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tangerang Liza Puspa Dewi. (Foto: Medcom.id/Hendrik)

Satu Pasien Positif Covid-19 di Tangerang Sembuh

Hendrik Simorangkir, Fajri Fatmawati • 30 Maret 2020 14:57
Tangerang: Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tangerang, Banten, Liza Puspa Dewi, mengonfirmasi satu pasien positif terjangkit virus korona sembuh. Pasien dinyatakan sembuh setelah mendapatkan perawatan medis dan isolasi.
 
"Selain satu pasien positif yang sembuh, sebanyak 36 orang dalam pemantauan (ODP) dan tiga pasien dalam pengawasan (PDP) juga sembuh. Khusus PDP dan ODP selanjutnya melakukan isolasi mandiri di rumah," ujarnya, Senin, 30 Maret 2020.
 
Liza menuturkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang tetap mendorong masyarakat untuk dapat mencegah serta memutus rantai penularan virus korona di Kota Tangerang.

"Sebisa mungkin tidak keluar rumah, serta menerapkan psycal distancing dan rajin mencuci tangan dengan sabun," imbuhnya.
 
Baca juga: Delapan Orang di Bandung Meninggal karena Korona
 
Kunci kesembuhan pasien, kata dia, ODP atau PDP hingga yang terkonfirmasi positif terjangkit harus menaati anjuran pemerintah. Terutama mampu menjaga kualitas kebersihan diri dan asupan gizi.
 
"Selama pasien disiplin dan mau melakukan karantina mandiri, peluang sembuh itu tetap ada," jelasnya.
 
Ia menambahkan data per Minggu, 29 Maret 2020, pukul 15.00 WIB sebaran covid-19 di Kota Tangerang menyebutkan sebanyak 427 warga berstatus ODP, 95 orang PDP, 19 positif, empat orang meninggal, dan satu orang sembuh.
 
Sementara itu di Provinsi Aceh, pasien positif covid-19 bertambah satu orang. Hingga Senin, 30 Maret 2020 total jumlah PDP positif covid-19 sebanyak lima orang.
 
Baca juga: Rapid Test dan APD di Aceh untuk Tenaga Medis
 
"Pasien tersebut dirawat di Respiratory Intensive Care Unit (RICU) Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, pada 22 Maret 2020, dengan keluhan batuk, demam, dan diare," kata juru bicara gugus tugas covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, Senin, 30 Maret 2020.
 
Pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan ke Malaysia bersama istrinya yang saat ini berstatus ODP. Mereka kembali ke Aceh pada 15 Maret 2020, dan pada 23 Maret 2020 tim medis mengambil sampel swab (cairan tenggorokan) untuk dikirim ke Balitbangkes di Jakarta.
 
Pada 25 Maret 2020 pasien diizinkan pulang karena kondisinya sudah membaik. Namun, RSUDZA Banda Aceh mewajibkan pasien menjalani karantina di rumah.
 
"Setelah hasil pemeriksaan swab diterima dan PDP tersebut dinyatakan positif covid-19, dia kembali dijemput dari rumahnya oleh tim medis RSUDZA," imbuh dia. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>