Pengacara ABU Tours Kecewa Sidang Berlarut-larut
Bos ABU Tours Hamzah Mamba (kiri) berdiskusi dengan penasihat hukum dalam persidangan. Medcom.id/Andi Aan Pranata
Makassar: Tim penasihat hukum bos perusahaan travel umrah ABU Tours Hamzah Mamba mengungkap kekecewaan terhadap proses hukum yang dihadapi di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka menilai jaksa tidak serius menghadirkan saksi sehingga persidangan berlarut-larut.

Hamzah Mamba sebagai terdakwa dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang, dijadwalkan menghadiri sidang lanjutan di PN Makasar, Senin, 3 Desember 2018 siang. Majelis hakim berencana mendengarkan keterangan saksi yang diajukan oleh jaksa penuntut umum. Namun, belakangan tidak ada satu pun saksi yang hadir, sehingga sidang ditunda hingga Rabu, 5 Desember.

"Tentu kami kecewa. Masalahnya kan efektivitas waktu. Seharusnya kewajiban jaksa menghadirkan saksi, sehingga harus berkoordinasi dengan baik," kata Hendro Saryanto, salah satu pengacara Hamzah Mamba.


Penundaan sidang Hamza Mamba bukan sekali ini. Sebelumnya, majelis hakim yang dipimpin Deny Lumban Tobing juga mengundur jadwal sidang karena saksi yang diajukan jaksa tidak hadir dua pekan lalu.

Hendro menilai buruknya koordinasi jaksa merugikan kliennya sebab tidak ada kepastian sampai kapan sidang bakal digelar. Apalagi mengingat sekitar 90 saksi akan didengar keterangannya.

"Kemarin saksinya satu, lalu dua, kemudian tidak ada sama sekali. Kami kecewa karena waktu makin lama. Kalau begini, kapan selesainya," ujar Hendro.

Kasus ABU Tours bergulir di pengadilan setelah 96 ribu jemaah umrah dari 16 provinsi gagal berangkat. Hamzah Mamba didakwa bertanggung jawab karena diduga menyelewengkan dana setoran jemaah untuk kepentingan pribadi. Kerugian korban ditengarai total Rp1,2 triliun.

Dalam kasus ini Polda Sulsel menetapkan empat tersangka. Selain Hamzah dan istrinya Nursyariah Mansyur, terdakwa lain adalah mantan komisaris ABU Tours Chaeruddin, dan mantan Direktur Keuangan Muhammad Kasim.

Jaksa penuntut umum Wicaksono mengatakan, pihaknya telah mengundang sejumlah saksi pada sidang ABU Tours. Mereka di antaranya berasal dari pihak perbankan tempat Hamzah Mamba menyimpan uang setoran jemaah. Jaksa juga memanggil direktur operasional sejumlah unit usaha ABU Corp, yang menaungi ABU Tours.

Menurut Wicaksono, satu saksi mengkonfirmasi untuk hadir, namun nyatanya tidak muncul saat jadwal sidang. Adapun saksi lainnya disebut tidak ada konfirmasi. "Sebagian konfirmasi bisanya hari Rabu. Belum sempat, ada kegiatan, dan lain-lain," ucapnya.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id