Kepala Dinas DKPPP Kota Cirebon, Yati Rohayati. (Medcom.id/Ahmad Rofahan)
Kepala Dinas DKPPP Kota Cirebon, Yati Rohayati. (Medcom.id/Ahmad Rofahan)

Hewan Kurban Suspek PMK Ditemukan Dijual Bebas

Ahmad Rofahan • 06 Juli 2022 12:42
Cirebon: Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon, Jawa Barat, menemukan sejumlah hewan kurban terindikasi penyakit mulut dan kuku (PMK) bebas dijual. Hal itu didapat setelah DKPP melakukan monitoring ke sejumlah pedagang hewan kurban.
 
"Dalam monitoring tersebut, hampir semua titik ada yang suspect PMK," kata Yati, Rabu, 6 Juli 2022.
 
Yati menyebutkan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan di 32 titik tempat penjualan hewan kurban. Dalam kegiatan ini, pihaknya berhati-hati dan menerapkan protokol kesehatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena menurut Yati, penyebaran PMK lebih banyak ditularkan dari manusia, dibandingkan ditularkan antar-hewan ternak.
 
"Karena kalau hewan kan tidak kemana-mana, yang keliling itu manusia. Sehingga yang ikut monitoring juga benar-benar menjaga protokol kesehatan," kata Yati.
 
Baca juga: PMK di Bantul Capai 2.500 Kasus

Menurut Yati, hewan kurban suspect PMK yang ditemukan di tempat penjualan hewan kurban, masuk dalam kategori ringan dan sedang.
 
Pihaknya juga langsung memberikan edukasi kepada para penjual, sekaligus juga memberikan bantuan obat-obatan dan vitamin.
 
"Kami berikan juga disinfektan kepada para penjual," kata Yati.
 
Menurut Yati, beberapa hewan kurban suspect PMK yang ditemukan dijual, memiliki gejala seperti sariawan dan luka pada bagian kaki.
 
Walaupun begitu, jika kondisi sakitnya masih ringan dan sedang, sesuai dengan keputusan MUI, hewan tersebut masih boleh digunakan untuk kurban.
 
"PMK juga sebenarnya tidak membahayakan manusia, karena hanya berdampak kepada hewan," ujar Yati.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif