Kepala Kejari Bintan, I Wayan Riana. ANTARA/ Nikolas Panama
Kepala Kejari Bintan, I Wayan Riana. ANTARA/ Nikolas Panama

Belasan Nakes di Bintan Manipulasi Jam Kerja Demi Insentif Covid-19

Nasional pandemi covid-19 vaksin covid-19 Protokol Covid-19 protokol kesehatan PPKM Darurat Tenaga Kesehatan
Antara • 24 November 2021 15:35
Bintan: Kejaksaan Negeri Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, menyelidiki kasus insentif covid-19 fiktif di dua puskesmas.
 
Kepala Kejari Bintan, I Wayan Riana, menjelaskan sebanyak 19 orang tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Sei Lekop dan Puskesmas Tambelan telah diperiksa.
 
"Tenaga kesehatan yang bertugas menangani keuangan khusus untuk itu sudah mengakui perbuatannya," kata I Wayan Riana, di Bintan, Rabu, 24 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 7 Sungai Besar di Jatim Berpotensi Timbulkan Banjir
 
Modus yang dilakukan adalah menaikkan waktu jam kerja dan menginput kegiatan fiktif ke dalam sistem. Jam kerja tambahan fiktif untuk para tenaga kesehatan di puskesmas itu menyebabkan insentif yang bersumber dari dana refocusing untuk penanganan covid-19 menjadi membengkak.
 
Diungkapkan pula bahwa pembengkakan anggaran juga terjadi pada kegiatan tambahan fiktif para nakes yang terlibat dalam kasus itu.
 
Riana menjelaskan dana insentif untuk para nakes itu bersumber dari APBD Bintan pada tahun 2020 dan 2021. Nilai anggaran untuk insentif para nakes sebesar Rp400 juta. "Kami menduga kerugian negara sekitar Rp100 juta. Uang itu disalurkan ke sejumlah nakes," jelasnya.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif