Penampakan erupsi Gunung Anak Krakatau. (Foto: ANTARA-BNPB)
Penampakan erupsi Gunung Anak Krakatau. (Foto: ANTARA-BNPB)

Erupsi, Status Anak Krakatau Masih Waspada

Nasional erupsi gunung Gunung Anak Krakatau
Wibowo Sangkala • 11 April 2020 12:53
Jakarta: Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau Andi Suwardi menyebut, tidak ada peningkatan aktivitas pada gunung api tersebut usai erupsi. Status gunung pun masih berada pada level II atau waspada.
 
“Tidak ada suara dentuman, hanya bau belerang tercium," ujar Andi Suwardi, Sabtu, 11 April 2020.
 
Menurut Andi, erupsi Gunung Anak Krakatau tergolong ringan. Material batu pijar yang terbawa ke permukaan pun intensitasnya belum signifikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Erupsi itu jauh lebih kecil dibandingkan rangkaian erupsi pada periode Desember 2018-Januari 2019," jelas dia.
 
Baca juga:Ahli: Dentuman di Jabodetabek Berpotensi Dari Gunung Anak Krakatau
 
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental serta potensi bahaya Gunung Anak Krakatau atau di sekitar kepulauan Anak Krakatau, selama Januari hingga 10 April 2020, tidak ada peningkatan ancaman.
 
Ia pun merekomendasikan agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah. Sedangkan area wisata Pantai Anyer, Carita, Pandeglang serta wilayah Lampung Selatan dinyatakan aman.
 
"Tidak ada peningkatan status, namum wisatawan tetap dilarang mendekat hingga radius dua kilometer," pungkasnya.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif