Guru di Sekolah Sukma Bangsa (SSB) Pidie menjalani swab antigen massal. Dokumentasi/ Istimewa.
Guru di Sekolah Sukma Bangsa (SSB) Pidie menjalani swab antigen massal. Dokumentasi/ Istimewa.

Guru Sekolah Sukma Bangsa Pidie Swab Antigen Massal

Nasional Virus Korona pemeriksaan rapid test protokol kesehatan
Fajri Fatmawati • 05 Januari 2021 00:13
Banda Aceh: Puluhan guru dan staf Sekolah Sukma Bangsa (SSB) Pidie secara massal menjalani swab antigen guna mengantisipasi munculnya klaster covid-19 di dalam lingkungan sekolah.
 
Direktur Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Marthunis, mengatakan hal tersebut dilakukan guna memetakan kemungkinan potensi infeksi covid-19 dan menyambut sekolah tatap muka semester genap tahun ajaran 2020/2021.
 
"Karena kesehatan dan keselamatan para pendidik maupun peserta didik menjadi konsen utama sekolah dalam hal ini," kata Marthunis, Senin, 4 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 77.760 Vaksin Hanya Mencukupi 38.880 Orang di Jatim
 
Dia menjelaskan swab antigen membutuhkan durasi yang lebih lama dibanding rapid tes antibodi, maka pelaksanaannya dilakukan selama dua hari mulai 4-5 Januari 2021 untuk 87 guru dan staf SSB Pidie.
 
"Proses swab antigen ini menggandeng salah satu rumah satu sakit swasta terkemuka di Kabupaten Pidie," jelasnya.
 
Menurutnya pelaksanaan swab antigen menjadi salah satu bentuk ikhtiar konkret yang dapat dilakukan oleh sekolah demi menjadi bagian dari lembaga yang secara proaktif ikut memutus mata rantai penyebaran covid-19.
 
"Angka infeksi covid-19 di Aceh memang terlihat landai berdasarkan data statistik dalam beberapa waktu terakhir. Tetapi, kita tidak boleh lengah supaya tidak terjadi ledakan dan lonjakan kasus," ungkap Marthunis.
 
Ia menuturkan hal tersebut dilakukan untuk mengedukasi seluruh warga sekolah dengan protokol-protokol kesehatan yang dianjurkan melalui 3M yakni, Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak sebagai bagian dari adaptasi kebiasaan pada kenormalan baru.
 
"Kita sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, dan juga melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka dengan mekanisme shift (silih berganti) sesuai dengan amanah teknis yang tertuang dalam SKB 4 Menteri," ungkapnya.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif