Cianjur: Sebanyak 10 ribu dosis vaksin Sinovac telah tiba di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa, 26 Januari 2021. Pemerintah Kabupaten Cianjur segera melaksanakan vaksinasi dengan prioritas pada tahap pertama bagi tenaga kesehatan.
"Besok (Rabu) mulai dilakukan penyuntikan. Insyaallah kick off-nya pada Kamis, 28 Januari 2021, di Pendopo Cianjur," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Irvan Nur Fauzi, melansir Mediaindonesia,com, Rabu, 27 Januari 2021.
Vaksin sebanyak 10 ribu dosis dikemas dalam 250 dus. Masing-masing dus berisi 40 vial vaksis. Sebagian besar didistribusikan ke empat titik pada Selasa, 26 Januari 2021, sedangkan lainnya disimpan untuk distribusi berikutnya.
Empat titik yang akan menerima distribusi vaksin berada di RSUD Sayang, RSUD Cimacan, RS Dr Hafiz, dan Puskesmas Cianjur Kota. Selain kepada tenaga kesehatan, mengawali vaksinasi covid-19 di Kabupaten Cianjur akan dilakukan kepada unsur Forkopimda serta perwakilan masyarakat.
"Jadi ada 10 orang unsur Pentahelix terdiri dari birokrat, lalu dari swasta, kemudian influencer juga ada, lalu tokoh agama, dan perwakilan dari media (wartawan)," jelasnya.
Baca: 3.240 Vial Vaksin Sinovac Tiba di Rejang Lebong
Penerima vaksinasi pada tahap pertama akan diberikan sebanyak dua kali. Pemberian vaksin yang kedua dilakukan 14 hari setelah vaksinasi tahap pertama.
"Untuk tahapan vaksinasi bagi kalangan masyarakat umum, kita lihat perkembangannya, apakah pemerintah menggunakan pabrikan-pabrikan yang lain. Tapi sampai sekarang perencanannya double doses (dua dosis)," ungkapnya.
Kapolres Cianjur, Ajun Komisaris Besar Mochammad Rifai, mengatakan kepolisian bersama TNI mengawal dan mengamankan vaksin sejak kedatangan hingga nanti pendistribusian ke setiap wilayah. Di tempat penyimpanan di setiap wilayah pun akan dijaga ketat.
"Ada 10 ribu dosis vaksin pada tahap pertama ini. Pendistribusian ke rumah sakit dan puskesmas pun akan kami kawal dan amankan bersama TNI," tuturnya.
Rifai mengimbau masyarakat agar mendukung program vaksinasi sebagai upaya menangkal potensi pejangkitan covid-19. Masyarakat pun tak perlu khawatir dengan vaksin karena sudah melalui uji klinis dan medis serta dijamin suci dan halal.
"Vaksinasi ini merupakan bentuk upaya pemerintah agar covid-19 bisa ditangkal," terangnya.
Cianjur: Sebanyak 10 ribu dosis
vaksin Sinovac telah tiba di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa, 26 Januari 2021. Pemerintah Kabupaten Cianjur segera melaksanakan vaksinasi dengan prioritas pada tahap pertama bagi tenaga kesehatan.
"Besok (Rabu) mulai dilakukan penyuntikan. Insyaallah kick off-nya pada Kamis, 28 Januari 2021, di Pendopo Cianjur," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Irvan Nur Fauzi, melansir
Mediaindonesia,com, Rabu, 27 Januari 2021.
Vaksin sebanyak 10 ribu dosis dikemas dalam 250 dus. Masing-masing dus berisi 40 vial vaksis. Sebagian besar didistribusikan ke empat titik pada Selasa, 26 Januari 2021, sedangkan lainnya disimpan untuk distribusi berikutnya.
Empat titik yang akan menerima distribusi vaksin berada di RSUD Sayang, RSUD Cimacan, RS Dr Hafiz, dan Puskesmas Cianjur Kota. Selain kepada tenaga kesehatan, mengawali vaksinasi covid-19 di Kabupaten Cianjur akan dilakukan kepada unsur Forkopimda serta perwakilan masyarakat.
"Jadi ada 10 orang unsur Pentahelix terdiri dari birokrat, lalu dari swasta, kemudian influencer juga ada, lalu tokoh agama, dan perwakilan dari media (wartawan)," jelasnya.
Baca: 3.240 Vial Vaksin Sinovac Tiba di Rejang Lebong
Penerima vaksinasi pada tahap pertama akan diberikan sebanyak dua kali. Pemberian vaksin yang kedua dilakukan 14 hari setelah vaksinasi tahap pertama.
"Untuk tahapan vaksinasi bagi kalangan masyarakat umum, kita lihat perkembangannya, apakah pemerintah menggunakan pabrikan-pabrikan yang lain. Tapi sampai sekarang perencanannya double doses (dua dosis)," ungkapnya.
Kapolres Cianjur, Ajun Komisaris Besar Mochammad Rifai, mengatakan kepolisian bersama TNI mengawal dan mengamankan vaksin sejak kedatangan hingga nanti pendistribusian ke setiap wilayah. Di tempat penyimpanan di setiap wilayah pun akan dijaga ketat.
"Ada 10 ribu dosis vaksin pada tahap pertama ini. Pendistribusian ke rumah sakit dan puskesmas pun akan kami kawal dan amankan bersama TNI," tuturnya.
Rifai mengimbau masyarakat agar mendukung program vaksinasi sebagai upaya menangkal potensi pejangkitan covid-19. Masyarakat pun tak perlu khawatir dengan vaksin karena sudah melalui uji klinis dan medis serta dijamin suci dan halal.
"Vaksinasi ini merupakan bentuk upaya pemerintah agar covid-19 bisa ditangkal," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)