Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron, terdakwa kasus suap jual beli gas alam di Bangkalan dan pencucian uang seusai mengikuti sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta. (Foto: MI/Ramdani)
Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron, terdakwa kasus suap jual beli gas alam di Bangkalan dan pencucian uang seusai mengikuti sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta. (Foto: MI/Ramdani)

Fuad Amin Sempat Beberapa Kali Rawat Inap

Nasional fuad amin imron
Amaluddin • 16 September 2019 20:57
Surabaya: Mantan Bupati Bangkalan, Madura, yang bertatus warga binaan Lapas Kelas I Surabaya, Fuad Amin Imron, dinyatakan meninggal sore tadi. Fuad Amin sebelumnya sudah bolak-balik berobat atau rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah.
 
"Fuad Amin berobat atau rawat inap ke rumah sakit surah tujuh kali selama sekitar 10 bulan di Lapas," kata Kadiv Permasyarakatan Kemenkumham Jatim, Pargiyono saat dikonfirmasi, Senin, 16 September 2019.
 
Pargiyono menjelaskan Fuad lima kali dirawat di RSUD Sidoarjo sejak 24 Januari, 27 Juni, 8 Agustus, tanggal 2 dan 7 September 2019. Kemudian selama dua kali dirawat di RSUD Sutomo Surabaya pada tanggal 3 April dan 14 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada rujukan terakhir diopname di diagnosa PPOK+ HT+ PJK+ vertigo+ BPH (Jantung, Paru-paru dan Urologi) di RSUD Sidoarjo, 7 September 2019. "Karena pertimbangan medis, maka pada tanggal 14 September 2019 dirujuk oleh RSUD Sidoarjo ke RSUD dr Soetomo," jelas Pargiyono.
 
Setelah tiga hari dirawat di rumah sakit milik Pemprov Jatim itu, Fuad Amin dalam kondisi kritis. Menurut keterangan petugas di RS, kata Pargiyono, Fuad Amin mendadak henti jantung (cardiac arrest) pukul 15.08 WIB.
 
Kemudian tim dokter melakukan tindakan kompresi jantung untuk menstabilkan kondisi, dan tindakan berhasil, jantung kembali normal pukul 16.00 WIB.
 
"Namun lima menit berselang, terjadi henti jantung lagi dan kembali dilakukan tindakan kompresi jantung. Kemudian tim media menyatakan Fuad Amin meninggal dunia pada pukul 16.12 WIB," beber Pargiyono.
 
Pargiyono menegaskan bahwa pihak Lapas telah melakukan tindakan sesuai dengan prosedur yang ada. Pargiyono menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Fuad Amin. "Kami akan melakukan pengawalan hingga jenazah diserahterimakan kepada pihak keluarga," katanya.
 
Fuad Amin menjadi warga binaan Lapas Kelas I Surabaya di Porong Sidoarjo, terhitung sejak tanggal 30 November 2018. Dia masuk ke Lapas Porong dengan pidana selama 13 tahun penjara, atau baru bisa bebas pada 9 Januari 2028.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif